Menristek paparkan strategi pemerintah sinergikan sains dan industri

Menristek paparkan strategi pemerintah sinergikan sains dan industri

Menristek Bambang Brodjonegoro (kedua dari kiri) berfoto bersama Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga (kedua dari kanan) dan Direktur Utama PT PP Lukman Hidayat (tengah) di Jakarta, Selasa (26/11/2019). ANTARA/Aji Cakti

penting juga bagi kita untuk memahami tantangan yang akan kita hadapi serta bagaimana kita dapat bekerja sama untuk menjawab tantangan tersebut
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi Menristkek/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro akan memprioritaskan upaya untuk menjembatani dunia sains serta riset dengan industri dalam rangka menyiapkan Indonesia masuk ke Revolusi industri 4.0.

"Dengan kerja sama ketiga pihak tersebut maka model Triple Helix yang menggambarkan kerja sama ketiga pihak tersebut, akan menjadi prioritas kami lima tahun ke depan dalam menyiapkan Indonesia menghadapi Revolusi Industri ke-4, termasuk tentunya di dalam bidang digital construction," ujar Menristek Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa.

Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah berperan untuk bisa menjembatani gap yang masih ada antara dunia penelitian sains serta teknologi dan dunia usaha.

"Kadang-kadang harus ada penengahnya, harus ada pihak yang bisa mempertemukan mereka berdua, karena seolah-olah mereka berdua ini hidup di dalam dunia yang berbeda," kata Bambang Brodjonegoro.

Berbicara mengenai sinergi, Bambang mengatakan strategi pemerintah dalam rangka mempercepat yang namanya inovasi, mempercepat adaptasi Indonesia terhadap Revolusi Industri 4.0, suka tidak suka harus menerapkan sinergi yang baik antara tiga pihak.

Pihaknya yakni peneliti dan akademisi sebagai pihak yang punya ide dan punya kemampuan di dalam mengembangkan digitalnya sendiri dari sisi sains maupun teknologi.

"Saat ini kita sudah berada di tengah Revolusi Industri 4.0, seperti tadi dilihat era tersebut ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi, dan hampir tidak adanya batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya melalui teknologi informasi dan komunikasi," kata Bambang Brodjonegoro.

Menurut dia, teknologi digital tidak hanya mengubah pasar dan perekonomian, perkembangan teknologi yang semakin pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat secara cepat pula.

"Jadi saat kita melihat berbagai keuntungan dari teknologi, penting juga bagi kita untuk memahami tantangan yang akan kita hadapi serta bagaimana kita dapat bekerja sama untuk menjawab tantangan tersebut," ujar Menristek tersebut.

Baca juga: Menristek ingin perluas kursus koding demi percepat talenta digital

Baca juga: Menristek: Perlu memasyarakatkan kemampuan digital di Indonesia

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenristek-BRIN kelola dana riset perguruan tinggi Rp1,463 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar