Kolaborasi gamelan jawa seniman asing hipnotis penonton di Hongaria

Kolaborasi gamelan jawa seniman asing hipnotis penonton di Hongaria

Penampilan kelompok gamelan jawa "Surya Kencana" yang seluruh anggotanya warga Hongaria asuhan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Budapest menggelar konser di gedung pertunjukan Trafo di Budapest. (FOTO ANTARA/HO-KBRI Budapest)

Kelompok gamelan jawa Surya Kencana yang semua anggotanya warga Hongaria itu, sebagian besar belajar bermain gamelan di perguruan tinggi seni di Indonesia
London (ANTARA) - Penampilan kelompok gamelan jawa Surya Kencana berkolaborasi dengan seniman mancanegara berhasil menghipnotis sekitar 400 penonton dalam penampilan mereka saat konser di gedung pertunjukan Trafo di Budapest, Hongaria.

Pensosbud KBRI Budapest, dalam keterangan yang diterima ANTARA di London, Inggris, Selasa menyebutkan kelompok gamelan Jawa Surya Kencana ini  seluruh anggotanya warga Hongaria asuhan Kedutaan Besar Repubik Indonesia (KBRI) Budapest.

Dubes RI untuk Hongaria AH Dimas Wahab menjelaskan bahwa kolaborasi penampilan kelompok gamelan tersebut yang digelar akhir pekan lalu dilakukan dengan Pete Smith dari Oxford Gamelan Society, Inggris, Dr Sara Weiss dari Amerika Serikat serta penari dari Inggris kelahiran Jerman, Andrea Rutkowski dan Kis Veronika.

Disebutkan bahwa kelompok gamelan jawa Surya Kencana yang semua anggotanya warga Hongaria itu, sebagian besar belajar bermain gamelan di perguruan tinggi seni di Indonesia melalui Beasiswa Darmasiswa RI yang diadakan Kemendikbud.

Dubes Dimas Wahab mengatakan KBRI terus memromosikan Indonesia di luar negeri melalui berbagai media, khususnya di Hongaria melalui "soft diplomacy" dalam bentuk sentuhan seni budaya.

Ia juga mengatakan KBRI Budapest selalu memberikan dukungan dan bantuan terhadap pihak-pihak, yang dalam hal ini sebagai duta-duta dari Hongaria yang memromosikan keindahan budaya Indonesia.

Konser tersebut disambut meriah penonton karena penampilan menarik dan dinamis kelompok gamelan itu, yang diiringi penampilan beberapa tarian, di antaranya tari gambyong pareanom dari Surakarta, tari eko prawiro dan tari menak koncar dari Mangkunegaran, Surakarta.

Tepuk tangan riuh berkepanjangan sampai "standing ovation" diberikan penonton dari setiap lagu yang ditampilkan.

Selama hampir dua jam pertunjukan tanpa jeda penonton setia sampai akhir pertunjukan karena tidak beranjak dari tempat duduknya.

Eszter salah seorang penonton mengatakan bahwa ia merasa berada di dunia yang berbeda begitu mendengar alunan musik tradisional Jawa. 

 

Baca juga: Indonesia tampilkan seni tradisional di kampus Hongaria

Baca juga: PM Hongaria bertemu Sultan di Keraton Yogyakarta

Baca juga: LKBN Antara - Hongaria kerja sama pengembangan informasi



Baca juga: Siswa Hongaria antusias belajar bahasa Indonesia

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Batu unik mengeluarkan berbagai unsur bunyi

Komentar