Jasa Sarana-perusahaan Malaysia teken kerja sama garap proyek di Jabar

Jasa Sarana-perusahaan Malaysia teken kerja sama garap proyek di Jabar

BUMD PT Jasa Sarana dan Ranhill Holdings Berhad menandatangani kesepakatan awal untuk menggarap sejumlah proyek strategis di Jawa Barat (Jabar). Penandatanganan kesepakatan awal tersebut dilakukan oleh Tan Sri Hamdan Mohamad, Executive Director Ranhill Holdings Berhad  dan Dyah Wahjusari Direktur PT Jasa Sarana yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil di Jakarta, Selasa (26/11/2019). (Dok Humas PT Jasa Sarana)

Jadi kerja sama ini spiritnya saling menguntungkan, kita tidak hanya memikirkan soal keuntungan tapi juga apa keuntungannya bagi warga Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - BUMD PT Jasa Sarana dan Ranhill Holdings Berhad (perusahaan induk investasi bursa Malaysia) menandatangani kesepakatan kerja sama awal untuk menggarap sejumlah proyek strategis di Jawa Barat (Jabar).

Ranhill Holdings Berhad merupakan perusahaan induk investasi bursa di sektor pengelolaan air, pasokan air, pengelolaan air limbah dan pembangkit listrik. 

Penandatanganan kesepakatan awal tersebut dilakukan oleh Executive Director Ranhill Holdings Berhad Tan Sri Hamdan Mohamad dan Direktur PT Jasa Sarana Dyah Wahjusari yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil di Jakarta, Selasa.

Humas PT Jasa Sarana dalam siaran persnya, menyatakan kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian pendahuluan tersebut adalah pengusahaan proyek-proyek strategis BUMD Jasa Sarana, di antaranya proyek PLTP (Geothermal), PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro) dan Pengusahaan TPPAS Regional di Provinsi Jawa Barat

Emil mengatakan kerja sama ini salah satu bentuk dari upaya pihaknya membuka peluang kerjasama dan investasi pihak luar di Jawa Barat salah satunya dengan menggandeng BUMD infrastruktur PT Jasa Sarana.

Baca juga: Pemprov Jabar fokus kerjakan 30 proyek strategis selama 2019

“Jadi kerja sama ini spiritnya saling menguntungkan, kita tidak hanya memikirkan soal keuntungan tapi juga apa keuntungannya bagi warga Jawa Barat,” kata Emil.

Ia meminta jika sudah terealisasi maka baik Ranhill maupun PT Jasa Sarana diminta memperhatikan warga setempat di mana proyek berada untuk diedukasi.

Do something misalnya melakukan aktivitas CSR di wilayah eksplorasi,” ujar Emil.

Selain itu, ia juga meminta  dalam perjalanannya, kerja sama itu harus memastikan tidak menemui hambatan di lapangan yang membuat investor tidak nyaman.

Menurutnya, minat berinvestasi harus dilindungi dengan langkah pemerintah untuk tidak mempersulit kerja sama.

Sementara itu, Executive Director Ranhill Holdings Berhad Tan Sri Hamdan Mohamad menyampaikan rasa syukur atas penandatangan awal kesepakatan kerja sama tersebut.

Baca juga: Pemprov Jabar tetapkan lokasi proyek Tol Cigatas

“Alhamdulillah, hari ini Ranhill Holdings Berhad dan PT Jasa Sarana telah menyepakati perjanjian awal dan MoU, terkait percepatan pembangunan proyek-proyek strategis di Jawa Barat,” ujar Tan Sri Hamdan.

Ia mengatakan perjanjian awal ini adalah wujud komitmen Ranhill untuk mendukung persiapan dan pengembangan usaha BUMD Jasa Sarana pada beberapa proyek strategisnya di Provinsi Jawa Barat.

Direktur PT Jasa Sarana Dyah Wahjusari mengatakan perjanjian awal ini merupakan solusi untuk mengoptimalkan investasi yang sudah digarap oleh Jasa Sarana selama ini, melalui inovasi pendanaan.

"Dan sesuai arahan Bapak Gubernur, kami sebagai BUMD akan konsisten dan berkomitmen membangun infrastruktur Jawa Barat, yang dapat bermanfaat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jawa Barat,” kata Dyah.

Baca juga: PT KAI akan bangun stasiun mewah sebagai ikon baru di Garut
​​​​​​​

 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar