Gojek ajak mitra "merchant" ramah lingkungan

Gojek ajak mitra "merchant" ramah lingkungan

Gojek ajak mitra "merchant" ramah lingkungan. (Antaranews/Komang Suparta/2019)

PlastikDetox adalah gerakan yang membantu bisnis kecil mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Denpasar, Bali (ANTARA) - Gojek menyelenggarakan program Gojek Wirausaha (GoWir) di Bali untuk mendorong mitra "merchant" kuliner menerapkan praktik bisnis ramah lingkungan.

Vice President Corporate Affairs Region Gojek, Michael Say di Sanur, Bali, Selasa, menjelaskan dalam program GoWir ini, pihaknya menggandeng PlastikDetox selain memberikan pelatihan bagi ratusan pebisnis kuliner di Bali mengenai bisnis ramah lingkungan, juga kembali mengedukasi mitra tentang fitur di GoFood yang menyediakan pilihan bagi pelanggan untuk tidak memesan alat makan plastik.

Ia menjelaskan PlastikDetox adalah gerakan yang membantu bisnis kecil mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sehingga mampu mendukung gerakan pemerintah mengurangi bahkan menghilangkan sampah plastik.

Lebih lanjut, Michael Say mengemukakan sebagai layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, GoFood dapat berkontribusi besar dalam menjadikan bisnis makanan dan minuman menjadi lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Gojek pakai tas khusus antar makanan demi kurangi sampah plastik

Melalui program Gojek wirausaha ini, pihaknya memfasilitasi mitra merchant dengan pelatihan sadar lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai tersebut.

"Salah satu inovasi yang kami lakukan adalah memfasilitasi mitra merchant untuk menyediakan pilihan bagi pelanggan untuk tidak memesan alat makan plastik sekali pakai ketika memesan makanan dari merchant yang berpartisipasi," terangnya.

Menurutnya sejak diluncurkan secara nasional pada Agustus 2019, program ini mendapat sambutan yang sangat positif. Di Bali sebesar 99 persen pelanggan GoFood memilih untuk tidak memesan alat makan plastik sekali pakai ketika memesan GoFood.

Menurut Michael, selain menjadi upaya untuk menjaga lingkungan, pelatihan Gojek Wirausaha kali ini juga ditujukan agar merchant mengerti dampak bisnis ramah lingkungan.

Ia menjelaskan menurut laporan Google Indonesia berjudul "2019 Year in Search Indonesia Insights for Brands", pelanggan Indonesia semakin peduli tentang dampak konsumsi mereka terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari tiga kali peningkatan pencarian "sedotan stainless" dan 6.7 kali peningkatan pencarian "tas daur ulang" di Google.

Baca juga: Gojek siap bantu investigasi bom bunuh diri Polrestabes Medan

Mitra merchant dapat mengambil kesempatan ini agar semakin dicintai oleh pelanggan. Upaya pengelolaan lingkungan juga merupakan dukungan GoFood terhadap Peraturan Gubernur Nomor: 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Bahkan kerjasama Gojek dan Pemerintah Kota Denpasar untuk menggelar pelatihan bisnis ramah lingkungan bersama PlastikDetox telah di mulai pertama kali sejak April 2019.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan Sampah, B3, Peningkatan Kapasitas Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani mengatakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai merupakan salah satu program yang sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali dan Kota serta Kabupaten di Pulau Dewata.

"Kami mengapresiasi Gojek sebagai layanan pesan-antar makanan pertama yang lewat teknologinya memfasilitasi mitra merchant-nya agar dapat mengambil peran aktif untuk tidak menyediakan alat makan plastik sekali pakai ketika memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat kota Denpasar dan di Provinsi Bali," lanjutnya.

Ia menjelaskan sejalan dengan agenda pemerintah, pihak Gojek tengah melakukan beberapa langkah pendukung, terutama dalam pengiriman pesanan makanan dan minuman, antara lain "Reduce" yaitu menyediakan tas pengantaran GoFood agar mitra driver tidak perlu menggunakan kantong plastik sekali pakai, "Recycle" yakni mendaur ulang limbah-limbah materi promosi seperti spanduk untuk diproduksi kembali menjadi kantong pengantaran makanan ramah lingkungan dengan bekerja sama dengan penghasil lokal.

Termasuk juga "Reinvest" adalah pihak Gojek senantiasa mengajak mitra untuk berkontribusi kembali kepada masyarakat, melalui program penanaman mangrove, beach clean up, dan sebagainya.

Baca juga: Bos Gojek bertemu Menkominfo, bahas apa?

 

Pewarta: I Komang Suparta
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menhub akan mengkaji tuntutan pengemudi ojek daring

Komentar