Emas berbalik naik 0,23 persen, jadi 1.460,3 dolar/ounce

Emas berbalik naik 0,23 persen, jadi 1.460,3 dolar/ounce

Emas batangan. ANTARA

Kontrak emas naik 3,40 dolar AS atau 0,23 persen menjadi 1.460,30 dolar AS per ounce
Chicago (ANTARA) - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), membalikkan penurunan selama empat hari berturut-turut terutama tertekan oleh penguatan dolar AS.

Dikutip dari Xinhua, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 3,40 dolar AS atau 0,23 persen menjadi ditutup pada 1.460,30 dolar AS per ounce.

"Mengikuti tekanan jual baru-baru ini, para pedagang bullish memutuskan untuk melakukan pemburuan harga murah hari ini dan membeli pada saat penurunan harga," tulis Jim Wyckoff, seorang analis senior dengan kitco.com.

Baca juga: Emas jatuh tertekan kenaikan dolar dan ekuitas AS

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, melemah menjadi sekitar 98,25 pada Selasa (26/11/2019), atau 0,07 persen lebih rendah dari hari sebelumnya.

Ketika dolar AS mundur, emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah dan lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Namun, Dow Jones Industrial Average dan indeks acuan saham AS lainnya menguat pada Selasa (26/11/2019) sehingga menahan kenaikan emas lebih lanjut. Ketika ekuitas naik, emas biasanya kehilangan daya tariknya sebagai aset safe-haven, karena investor mengalihkan investasinya ke asert-aset berisiko yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 15,9 sen, atau 0,94 persen, menjadi ditutup pada 17,045 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 11,30 dolar AS atau 1,25 persen, menjadi menetap pada 911,70 dolar AS per ounce.

Baca juga: Antam targetkan penjualan bingkai emas Bezel Seri II 1.000 keping
Baca juga: Emas berakhir tidak berubah tetapi turun untuk pekan ini


Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar