Humaniora kemarin, situs Sedati hingga bimbingan pranikah

Humaniora kemarin, situs Sedati hingga bimbingan pranikah

Petugas BPCB Trowulan Jatim melakukan peninjauan di situs Sedati, Sidoarjo (HO/Khumaidi)

Jakarta (ANTARA) - Berikut berita-berita humaniora Selasa (27/11/2019) yang masih layak dibaca hari ini, mulai dar situs Sedati hingga wacana bimbingan pranikah:


Temuan situs di Sedati ditinjau BPCP Trowulan

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jatim meninjau temuan situs berupa tumpukan batu bata merah dan sumur yang berada di wilayah Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Arkeolog dari BPCB Trowulan Nugrohon di Sidoarjo, Selasa mengatakan di lokasi situs tersebut diprediksi merupakan sebuah permukiman karena struktur lapisan baru bata tidak begitu banyak hanya tiga sampai dengan empat lapis.

Selengkapnya di sini


Muhadjir sebut bimbingan pranikah tergantung kebutuhan calon

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadir Effendy mengatakan durasi bimbingan pranikah tergantung kebutuhan atau masalah yang dihadapi calon pengantin.

"Tergantung orangnya. Wong itu kan bisa online," katanya usai menghadiri acara Sosialisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan Rapat Koordinasi Teknis Sensus Penduduk 2020 di Jakarta, Selasa.


Selengkapnya di sini

Jenazah migran NTT tiba di Kupang

Satu lagi jenazah pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa tiba di Kupang, dengan menggunakan pesawat GA 438 dari Jakarta.

Jenazah disambut Kepala BP3TKI Kupang, Siwa. Turut menjemput jenazah, Sekretaris II Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (JarNas Anti TPPO), Gabriel Goa bersama Suster Laurentina dan Pdt Emi Sahertian.


Selengkapnya di sini

Dalam 20 tahun, rata-rata perokok akan menderita PPOK

hli kesehatan yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr Faisal Yunus PhD Sp.P(K) mengemukakan bahwa rata-rata perokok yang merokok setiap hari akan menderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dalam rentang 20 hingga 25 tahun sejak pertama kali merokok.

"Merokok menjadi faktor risiko paling tinggi seseorang bisa terjangkit PPOK yang diikuti oleh faktor risiko lain seperti terpajan (terekspose) polusi udara di lingkungan sekitar," katanya di Jakarta, Selasa.
​​​​​

Selengkapnya di sini

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vape atau rokok elektrik bukanlah jalan untuk berhenti merokok

Komentar