Sambut KTT G-20 Sulut bangun tiga hotel bintang lima

Sambut KTT G-20 Sulut bangun tiga hotel bintang lima

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (kanan), Menko Perekonomian Darmin Nasution (keempat kiri) melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww. (1)

Manado (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan, pemerintah daerah akan membangun infrastruktur pelaksanaan penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara G-20 tahun 2023 mendatang.

"Kita akan membangun tiga hotel berbintang lima di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Pariwisata Likupang, Kabupaten Minahasa Utara," sebut Gubernur Olly di Manado, Rabu.

Selain, membangun hotel bintang lima, pemerintah melalui kementerian terkait juga akan menyiapkan pembangunan jalan akses sebanyak empat lajur.

Begitun dengan perluasan bandara internasional Sam Ratulangi Manado sehingga mampu didarati pesawat sekelas Boeing-777.

"Kita mempersiapkan semuanya itu," ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, sebut dia, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan sumber daya manusia yang menguasai bahasa asing.

"Kita akan berangkatkan ke luar negeri sumber-sumber daya potensi yang bisa mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin," sebutnya.

Apabila, provinsi ujung utara Sulawesi itu menjadi penyelenggara KTT G-20, Gubernur Sulut ke-13 itu optimistis akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menambahkan, pemerintah daerah telah mengajukan ke pemerintah pusat agar provinsi berpenduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu dapat menjadi penyelenggara KTT G-20 itu.

Pada rapat terbatas beberapa waktu lalu, dari lima destinasi pariwisata super prioritas yang ditetapkan pemerintah, dua provinsi yaitu Sulut dan Labuan Bajo, NTT menjadi kandidat pelaksanaan KTT G-20.

Pemprov Sulut berharap konferensi tersebut bisa dilaksanakan di daerah ini.***1***

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar