PSI disarankan usung calon milenial dalam pilkada

PSI disarankan usung calon milenial dalam pilkada

Direktur Generasi Optimis Research dan Consulting (GORC) Bayu Winarko, MBA. (ANTARA/HO/Istimewa)

Sejauh ini nama Cak Dhimas unggul. Elektabilitasnya sudah mulai naik sejak Juni lalu, kata
Jakarta (ANTARA) - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diusulkan untuk mengusung dan mencalonkan kader-kader milenial dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) termasuk salah satunya dalam Pemilihan Wali Kota Surabaya Jawa Timur.

Direktur Generasi Optimis Research dan Consulting (GORC) Bayu Winarko, MBA, di Jakarta, Rabu, mengatakan, sebagai partai yang memiliki banyak kader muda potensial, PSI sudah saatnya menerjunkan kadernya dalam pilkada agar masyarakat di daerah memiliki alternatif pemimpin dari kalangan muda.

“Seperti misalnya di Surabaya, PSI punya kader yang potensial untuk diterjunkan dalam konvensi calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Surabaya 2020,” katanya.

Baca juga: PSI anjurkan kadernya daftar bacawali Surabaya di partai sendiri

Menurut dia, masyarakat perlu diberikan alternatif tokoh muda pembaharu untuk menggantikan Tri Risma Harini.

“Kami bahkan sudah melakukan survei internal, dari sekian banyak nama yang mendaftar konvensi, nama politisi muda PSI Dhimas Anugrah menduduki posisi paling tinggi dalam popularitas,” katanya.

Oleh karena itu, ia memprediksikan PSI akan memperhitungkan kader mudanya untuk diusung dalam Pilkada KotaS urabaya dengan mempertimbangkan popularitas dan elektabilitas dari para pendaftar konvensi.

“Sejauh ini nama Cak Dhimas unggul. Elektabilitasnya sudah mulai naik sejak Juni lalu," kata alumni Universitas Indonesia itu.

Baca juga: PSI siap dukung kader partai maju pemilihan wali kota Surabaya

Sekretaris Jendral Generasi Optimis Indonesia Tigor Mulo Horas Sinaga mengatakan, sosok yang dianggap paling sesuai untuk mendampingi Dhimas dalam Pilkada Kota Surabaya adalah Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans).

Jika dua tokoh muda ini bersinergi, diprediksi akan mampu memobilisasi dua kekuatan besar di Surabaya, yaitu golongan Nahdliyin dan nasionalis.

"Mengacu pada Pasal 40 UU Nomor 10/2016 tentang Pilkada, partai politik atau gabungan partai politik bisa mengajukan pasangan calon bila memenuhi akumulasi 20 persen suara di DPRD atau 25 persen dari suara sah pada pemilu,” kata Horas.

Baca juga: PSI pilih calon wali kota Surabaya dengan kompetensi setara Risma

Ia menjelaskan, hasil Pemilihan Umum 2019 untuk DPRD Kota Surabaya, PDI Perjuangan memenangi dengan 15 kursi (30 persen). PKB, Partai Gerindra, PKS, dan Partai Golkar masing-masing lima kursi (10 persen). Lalu Partai Demokrat dan PSI masing-masing empat kursi (8 persen). Kemudian, PAN dan Partai Nasdem masing-masing tiga kursi (6 persen). Satu kursi sisanya direbut PPP (2 persen).

"Jadi sekarang tergantung komunikasi antarpartai saja. Perlu ada duet seperti Khofifah dan Emil Dardak saat Pilgub 2018 yang menang di Surabaya," kata Horas.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bertemu Jokowi, PSI perkenalkan kader muda

Komentar