KKP - Perinus jajaki kerja sama pengelolaan gudang pendingin

KKP - Perinus jajaki kerja sama pengelolaan gudang pendingin

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dengan Direktur Utama Perinus M. Yana Aditya. ANTARA/HO-KKP

Untuk pertama kalinya, kami akan melakukan ekspor dari Pelabuhan Bacan bulan Desember
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama PT Perikanan Nusantara menjajaki kerja sama terkait pengelolaan cold storage atau gudang pendingin di berbagai daerah.

"Sudah sepatutnya KKP dan Perinus bekerja sama sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Indonesia," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, Direktur Utama Perinus M. Yana Aditya melaporkan perkembangan yang sudah dilakukan Perinus sejak berdiri para tahun 2005 silam melalui merger atas 40 perusahaan perikanan yang ada di Indonesia.

Menurut Yana, Perinus memiliki berbagai fasilitas yang tersebar di seluruh Indonesia seperti docking, integrated cold storage (ICS), unit pengolahan ikan, kapal perikanan, pabrik es, dan fasilitas pendukung lainnya.

Baca juga: Perinus siap jadikan Kabupaten Bacan jadi lumbung ikan nasional

Dengan adanya pengelolaan bersama fasilitas cold storage di berbagai daerah, maka diharapkan ke depannya sektor kelautan dan perikanan juga akan melesat, termasuk dalam hal perdagangan komoditas perikanan ke luar negeri.

Selanjutnya, Dirut Perinus menyampaikan kinerja ekspor yang telah dilakukan sepanjang tahun. Selama periode Januari hingga pekan ketiga November ini, PT Perinus setidaknya telah mengekspor sebanyak 227.055 kg ikan dengan nilai mencapai 908.746 dolar AS.

Srilanka, Jepang, dan Australia menjadi negara tujuan sejumlah komoditi andalan PT Perinus sepanjang periode ini. Beberapa di antaranya frozen skipjack, marlin, mackerel scad, octopus, dan yellowfin tuna.

Terus berupaya meningkatkan kinerja ekspor, PT Perinus berencana kembali melakukan 200.000 kg ekspor komoditi perikanan pada minggu ke-4 November hingga Desember 2019 mendatang dari Surabaya, Makassar, dan Bacan. Ekspor senilai total 342.866 dolar AS ini akan dikirimkan ke Srilanka, Jepang, dan Filipina.

"Untuk pertama kalinya, kami akan melakukan ekspor dari Pelabuhan Bacan bulan Desember mendatang," ucapnya.

Baca juga: Perinus anggarkan belanja modal Rp400 miliar pada 2020

Dalam kesempatan ini, Yana juga menyampaikan bahwa selama ini pihaknya telah melakukan kerja sama pengelolaan beberapa fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah di sejumlah daerah, salah satunya food station di Cipinang, Jakarta.

Dirut Perinus menyebutkan pihaknya berencana meningkatkan pengiriman ikan-ikan tersebut ke daerah-daerah lainnya agar dapat berkembang. Kejawanan-Cirebon, Brondong-Lamongan, Pengambengan-Jembrana, Kendari, dan Ternate menjadi beberapa daerah yang diminati pihaknya untuk mengembangkan integrated cold storage/single cold storage (ICS/SCS) dengan total kapasitas sebesar 1.200 ton.

Peningkatan kerja sama pengelolaan ICS/SCS ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung tempat menyimpan bahan baku untuk industri olahan perikanan (value-added product) secara merata di berbagi wilayah. Selain itu, fasilitas-fasilitas tersebut juga dapat digunakan untuk mendorong pemenuhan konsumsi ikan masyarakat setempat.

Baca juga: Pemkab Mimika-Perinus kerja sama pemanfaatan gudang beku

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Riau kembangkan budidaya ikan air tawar di masa pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar