Kunjungan Menlu Qatar ke Saudi dipandang redakan pertikaian di Teluk

Kunjungan Menlu Qatar ke Saudi dipandang redakan pertikaian di Teluk

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, berbicara pada konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian di Doha, Qatar, Senin (11/2/2019). (REUTERS/NASEEM ZEITOON)

Riyadh/London (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani melakukan kunjungan yang tak diumumkan ke Riyadh. dua sumber mengatakan kepada Reuters, di tengah-tengah tanda bahwa pertikaian satu setengah tahun di antara negara-negara sekutu Amerika Serikat di Teluk segera akan menyurut.

Menlu Qatar itu bertemu dengan para pejabat senior Saudi bulan lalu, kata salah seorang sumber yang mengetahui lawatan itu. Kunjungan tingkat tinggi ini terjadi sejak Mei ketika perdana menteri Qatar menghadiri konferensi tingkat tinggi Arab di Mekkah.

Belum jelas apakah kunjungan itu, yang pertama kali dilaporkan the Wall Street Journal, mencakup pertemuan dengan penguasa de facto Saudi Putera Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Senator AS Chris Murphy mengatakan lawatan menlu tersebut merupakan "langkah penting yang memperlihatkan keterbukaan bagi dialog antara kedua pihak."

Baca juga: Arab Saudi: tuntutan terhadap Qatar tidak dapat ditawar
"Sedikitnya saya kira pihak Saudi tampak tulus untuk berusaha merancang jalan ke depan," kata dia kepada Reuters dalam lawatan ke Bahrain.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutus hubungan dan perdagangan dengan Qatar pada Juni 2017, menuduhnya mendukung terorisme. Qatar membantah tuduhan itu dan menuding negara-negara tetangganya berusaha mengurangi kedaulatannya.

Kuwait dan AS telah berusaha menengahi pertikaian tersebut, yang telah mempengaruhi usaha-usaha Washington menghadapi Iran.

"AS dan Kuwait ingin sekali masalah ini diselesaikan dan membantu membangun kembali kepercayaan di Teluk," kata sumber pertama.
Baca juga: Jerman desak semua pihak rundingkan konflik Qatar

Negara-negara yang memboikot menetapkan 13 tuntutan bagi pencabutan boikot, termasuk menutup televisi Aljazeera, menutup pangkalan militer Turki, mengurangi hubungan dengan Iran dan memutus hubungan dengan Ihkwanul Muslimin.

Ketika ditanya mengenai lawatan itu, seorang pejabat senior Qatar mengatakan Doha "menyambut baik setiap peluang untuk menyelesaikan blokade yang sedang berlangsung melalui dialog terbuka dan saling menghormati masing-masing kedaulatan negara."

Kantor komunikasi pemerintah Saudi tidak segera memberi tanggapan. Menteri Negara Urusan Luar Negeri Adel al-Jubeir mengatakan kepada wartawan akhir pekan lalu Riyadh masih menunggu Doha menjawab tuntutan-tuntutan tersebut.

Sumber: Reuters
Baca juga: Qatar: Raja Saudi undang kami dalam KTT Arab darurat
Baca juga: Arab Saudi bebaskan WN Qatar yang diduga jadi mata-mata Al-Houthi

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar