Sudin Sosial Jaksel rutinkan razia PMKS

Sudin Sosial Jaksel rutinkan razia PMKS

Penertiban terhadap Penyandangan Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan rutin melakukan razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjelang Natal dan Tahun Baru 2020.

"Arahan Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Selatan bahwa di lingkungan suku dinas Jaksel agar intens lakukan operasi dan razia PMKS," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursidin saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat malam.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Sudin Sosial Jaksel mengerahkan 15 petugas untuk melakukan operasi dan razia PMKS di sejumlah kawasan selama dua hari, yakni Kamis (28/11) dari pukul 23.00 WIB sampai Jumat (29/11) pukul 10.00 WIB.

Kawasan yang disasar operasi dan razia petugas, yakni Kebayoran, Pasar Minggu, Pejaten dan Gandaria.

"Dari operasi tersebut terjaring sembilan orang PMKS, salah satunya kakek Mukhlis," kata Mursidin.

Mukhlis berusia 65 tahun mengemis dengan mendatangi toko-toko dan ruko yang ada di kawasan Gandaria.

Baca juga: Sudin Sosial Jaksel tangkap pengemis miliki uang Rp194,5 juta
Baca juga: Psikolog: Anak pengemis jalanan berisiko terseret kriminalitas


Mukhlis diamankan petugas saat sedang mengemis dan mencoba kabur dari incaran petugas dengan cara masuk ke sebuah bank.

Mukhlis memiliki uang senilai Rp194,5 juta dari hasil mengemis yang dilakoni setiap hari.

Menurut Mursidin, petugasnya sudah mengintai Mukhlis sejak tiga bulan terakhir. Mukhlis juga sudah pernah terjaring razia petugas Sudin Sosial pada 2017.

Operasi dan razia PMKS tersebut berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Ketertiban Umum yang mengatur tentang keberadaan PMKS di jalanan, lampu merah.dan trotoar.

Selain pengemis, razia PMKS tersebut juga menjangkau keberadaan anak jalan, pengamen, manusia silver dan pengemis penyandang disabilitas.

Menurut Mursidin, setiap kali menjelang hari besar keagamaan jumlah para penyandang masalah kesejahteraan sosial meningkat dari biasanya.

Untuk menciptakan ketertiban umum, Suku Dinas Sosial melakukan operasi dan razia rutin menyasar 86 titik rawan PMKS di wilayah Jakarta Selatan.
Baca juga: Atasi pengemis musiman, Dinsos DKI siagakan petugas di 276 lokasi
Baca juga: Atasi pengemis musiman, Dinsos DKI siagakan petugas di 276 lokasi

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Masjid Jami' Al Munawar Pancoran tetap gelar shalat dzuhur berjamaah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar