Sepekan, PMD Formula E dipangkas hingga tolak komersialisasi TIM

Sepekan, PMD Formula E dipangkas hingga tolak komersialisasi TIM

Rancangan sementara TIM pascarevitalisasi, Wisma TIM digambarkan seperti tangga berundak berwarna abu-abu, Senin, (25/11/2019). ANTARA/HO/Jakarta Propertindo/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ragam peristiwa menarik di wilayah Jakarta terjadi pada sepekan Senin (25/11) hingga Jumat (29/11) disiarkan Antara dan mungkin masih dapat Anda baca kembali untuk informasi akhir pekan ini.

1. Jakpro pastikan Formula E tetap berjalan meski PMD dipotong

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memastikan balap mobil Formula E akan tetap berjalan meski Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk mereka dipotong dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 menjadi Rp2,708 triliun.

Kendati menyebutkan Formula E pada 2020 akan tetap berjalan, Jakpro yang ditunjuk sebagai penyelenggara, belum memutuskan besarnya dana yang akan dialokasikan untuk ajang balapan mobil listrik tersebut.

"Belum tahu, kan masing-masing proyek ada project director. Kami belum duduk bareng. Tapi tahapan persiapan untuk pembahasan perubahan dan semua harus kami lapor ke pemegang saham karena kan proyek kami ini proyek penugasan, harus kamu laporkan dulu," kata Sekretaris Perusahaan Jakpro Hani Sumarno saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Baca selengkapnya di sini

2. Transjakarta tambah bus destinasi wisata libur Natal dan Tahun Baru

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merencanakan akan menambah armada bus khusus untuk melayani destinasi kawasan wisata pada saat libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 bagi warga Jakarta.

"Kan biasanya ada pengurangan armada saat libur, tapi di tempat wisata kita ada penambahan. Bus tingkat, biasanya pelanggannya puncaknya di hari libur," kata Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Agung menyebutkan beberapa jalur armada Transjakarta yang ditambah di antaranya seperti destinasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kebun Binatang Ragunan dan Ancol.

Baca selengkapnya di sini

3. Jakarta Barat targetkan nol penularan HIV/AIDS pada 2030

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menargetkan nol penularan HIV/AIDS pada 2030, dengan berbagai upaya dan layanan deteksi sedini mungkin virusnya.

"Diharapkan tidak ada infeksi baru HIV di 2030 dilakukan dengan cara harus menemukan orang yang HIV positif," ujar Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Khristy Wathini di Jakarta, Selasa.

Untuk mewujudkan capaian tersebut, Sudin Kesehatan Jakarta Barat memperluas pelayanan tes HIV, dari 25 rumah sakit menjadi 28 rumah sakit.

Baca selengkapnya di sini

4. Pejalan kaki keluhkan kondisi JPO Kedoya Raya

Sejumlah pejalan kaki mengeluhkan kondisi memprihatinkan jembatan penyeberangan orang (JPO) Kedoya Raya, Jakarta Barat.

Mereka beranggapan JPO Kedoya Raya dapat membahayakan nyawa pejalan kaki yang melintas, terutama saat memasuki musim hujan.

"Jalan cuma plesteran begini, atapnya juga bolong. Pasti bisa tergelincir," ujar salah satu pejalan kaki yang melintas, Tisla (35).

Baca selengkapnya di sini

5. Seniman tidak ingin ada kegiatan komersial di kawasan TIM

Para seniman yang aktif di Taman Ismail Marzuki (TIM) mengatakan tidak menginginkan revitalisasi pusat budaya dan kesenian itu dilanjutkan jika di kawasan itu nantinya ada kegiatan komersial.

Kawasan komersial yang paling ditentang keberadaannya oleh seniman adalah hotel yang akan bernama Wisma TIM dengan standar pelayanan sekelas hotel bintang lima.

"Mau bentuknya hotel, toko, supermarket, terserah yang penting kita gak komersialisasi. Ayo kita duduk bareng bicarakan dulu secara komprehensif baru setelah itu revitalisasi," kata Ketua Seniman TIM Radhar Panca Dahana di ruang Fraksi PDIP DPRD DKI, Rabu.

Baca selengkapnya di sini

Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar