Usulan pemekaran Provinsi La Pago mengemuka di hadapan Menkopolhukam

Usulan pemekaran Provinsi La Pago mengemuka di hadapan Menkopolhukam

Briyur Wenda (kiri) ketika menyampaikan aspirasinya dihadapan Menkopolhukam Mahfud MD, Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo dan Wagub Papua Klemen Tinal dalam forum komunikasi Menkopolhukam dengan para tokoh Papua di Kota Jayapura, Sabtu (30/11/2019) (ANTARA / Alfian Rumagit)

Jayapura (ANTARA) - Usulan pemekaran daerah otonom baru Provinsi La Pago mengemuka dalam tatap muka Menkopolhukam Mahfud MD dengan para tokoh Papua di Kota Jayapura, Sabtu (30/11).

"Kami harap pemekaran provinsi di Papua bisa berjalan. Kami, pada Oktober tahun ini sudah usulkan ke Presiden Jokowi untuk La Pago," kata salah satu tokoh pegunungan tengah Papua, Briyur Wenda.

Meski jumlah penduduk sedikit, kata dia, tetapi Papua memiliki wilayah yang sangat luas, sehingga butuh secepatnya dilakukan pemekaran wilayah untuk mempercepat pembangunan di segala bidang.

"Saya juga harapkan agar semua yang usulkan pemekaran bisa duduk bersama dengan gubernur, DPRP dan MRP, kita bahasa dan satukan masalah ini," kata Briyur.

Terkait usulan ini, Mahfud MD tidak memberikan tanggapan hanya Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo dan Wakil Gubernur Papua yang berikan tanggapan.

"Kalau soal pemekaran bukan ranah saya," kata Jhon Wempi Wetipo.

Sementara, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta kepada forum yang tidak sempat menyampaikan aspirasinya bisa ditulis dan disampaikan melalui Desk Papua yang ada di Kota Jayapura.

"Untuk aspirasi pemekaran, segera buat tim dan kelengkapan, harus ditindaklanjuti segera. Untuk La Pago kalau sudah lengkap silahkan, kita tutup acara ini," katanya.

Sekadar diketahui, Menkopolhukam Mahfud MD berkunjung ke Kota Jayapura dalam sejumlah agenda kerja, diantaranya menghadiri forum komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemuda Papua.

Baca juga: Ke Papua jelang HUT OPM, Mahfud: Kunjungan biasa

Baca juga: Mahfud MD silahturahmi ke pengurus HMI dan KAHMI Papua

Baca juga: Menkopolhukam berdialog dengan tokoh Papua

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres Ma'ruf : Daerah Otonomi Baru belum mendesak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar