Liga Inggris

Liverpool cuma butuh 10 pemain atasi Brighton

Liverpool cuma butuh 10 pemain atasi Brighton

Ekspresi kiper pengganti Liverpool Adrian usai mengamankan bola dalam lanjutan Liga Inggris melawan Brighton & Hove Albion di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Sabtu (30/11/2019). (ANTARA/REUTERS/Jason Cairnduff)

Jakarta (ANTARA) - Liverpool cuma butuh 10 pemain saat menyelesaikan laga pekan ke-14 Liga Inggris demi mengatasi tamunya Brighton & Hove Albion 2-1 di Stadion Anfield, Sabtu.

Dua gol Virgil van Dijk menyokong kemenangan Liverpool yang harus tampil dengan 10 pemain sejak meni ke-76 menyusul kartu merah yang diterima kiper Alisson Becker.

Brighton mencetak gol balasan lewat tendangan bebas cerdik Lewis Dunk, namun gagal memanfaatkan keuntungan jumlah pemain dan pulang dengan tangan hampa, demikian catatan laman resmi Liga Inggris.

Hasil itu sekaligus membuat tim besutan Juergen Klopp menyamai rekor catatan tak terkalahkan klub tersebut di Liga Inggris yang dulu dibukukan kala masih ditangani Sang Raja Kenny Dalglish.

Baca juga: Manchester City gagal pangkas jarak usai ditahan imbang Newcastle 2-2

Liverpool yang memantapkan posisinya di puncak klasemen dengan raihan 40 poin, kini punya keunggulan 11 poin dari pesaing terdekat Manchester City (29) yang main imbang di laga lebih awal.

Sedangkan Brighton (15) mau tak mau melorot ke urutan ke-15 setelah tak mampu memanfaatkan situasi yang memihak mereka pada 20 menit akhir pertandingan.

Selanjutnya, Liverpool akan menjamu rival sekota Everton dalam Derby Merseyside pada laga pekan ke-15 yang digelar Rabu (4/11) setempat atau Kamis (5/11) dini hari WIB, sedangkan Brighton bertandang ke markas Arsenal sehari berselang.

Baca juga: Klopp yakin tim Liverpool mampu tutupi absennya Fabinho yang cedera

Imbas kartu merah yang diterimanya membuat Alisson dipastikan absen dari Derby Merseyside, atau dalam kata lain Liverpool kehilangan dua dari tiga legiun Brazil mereka setelah Fabinho menepi karena cedera pergelangan kaki.

Kombinasi mematikan Alexander-Arnold dan Van Dijk

Laga kali ini menjadi pertandingan pertama Liverpool yang bakal kehilangan gelandang jangkar andalannya Fabinho setidaknya hingga awal tahun 2020.

Meski tanpa Fabinho, lini tengah Liverpool tidak begitu kesulitan menghadapi permainan Brighton dan mereka tampil menekan sejak sepak mula.

Baca juga: Liverpool terancam kehilangan Fabinho hingga akhir Desember

Akan tetapi beberapa tembakan yang dilepaskan Liverpool masih dalam jangkauan untuk diselamatkan kiper Mathew Ryan.

Baru pada menit ke-18, peluang Liverpool tak mampu diamankan oleh Ryan lewat sundulan Van Dijk. Berawal dari pelanggaran terhadap Alex Oxlade-Chamberlain di dekat kotak penalti, Trent Alexander-Arnold mengirimkan tendangan bebas yang ditanduk Van Dijk demi membuka keunggulan tuan rumah.

Enam menit berselang, kombinasi Alexander-Arnold dan Van Dijk kembali memperdaya Ryan untuk menggandakan keunggulan Liverpool. Van Dijk bergerak tanpa kawalan ketat demi menyundul bola sepak pojok kiriman Alexander-Arnold.

Brighton bukannya tanpa peluang, pada menit ke-36 Davy Proepper berhasil memperdaya Alexander-Arnold sebelum melepaskan tembakan terarah ke gawang tuan rumah, namun bola masih bisa dimentahkan oleh Alisson.

Oxlade-Chamberlain hampir menambah keunggulan Liverpool di pengujung babak pertama setelah melepaskan tembakan kaki kiri menyelesaikan kerja sama apik antara trio penyerang Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah, sayang bola masih bisa diamankan Ryan.

Pertandingan babak kedua berlangsung terbuka dan Liverpool punya dua peluang untuk memperbesar keunggulan lewat Andy Robertson dan Oxlade-Chamberlain, namun dua kali pula Dunk melakukan halauan penting sebelum bola mencapai gawang.

Demi menyimpan tenaga menyongsong jadwal padat, Klopp menarik keluar Salah dan Firmino digantikan Adam Lallana dan Divock Origi, namun pendulum momentum tiba-tiba berayun ke arah Brighton saat Alisson diganjar kartu merah pada menit ke-76.

Kegagalan lini belakang Liverpool mengantisipasi serangan balik membuat Alisson keluar dari kotak penalti dan secara reflek menggunakan tangannya untuk menghalau bola tembakan ungkit Leandro Tossard, yang segera direspon wasit Martin Atkinson dengan kartu merah.

Klopp menarik keluar Oxlade-Chamberlain demi memasukkan kiper pengganti Adrian.

Baca juga: Connolly siap turun lagi bela Brighton saat hadapi Liverpool

Atkinson secara terburu-buru meniup peluit tanda tendangan bebas hasil pelanggaran Alisson ketika Adrian masih berdiri memeluk tiang kiri gawangnya dan hal itu dimanfaatkan Dunk yang melepaskan tembakan mendatar cepat ke area tiang jauh meninggalkan Adrian tanpa kesempatan menjangkaunya.

Ketimpangan jumlah pemain berusaha dimanfaatkan Brighton untuk menyamakan kedudukan atau bahkan membalikkan keadaan, namun tembakan jarak jauh Aaron Mooy masih bisa dimentahkan Adrian pada menit ke-87.

Semenit berselang ancaman bagi Liverpool datang lagi dalam bentuk sundulan Steven Pascal Gross menyambut umpan silang Steven Alzate. Bola sebetulnya mengarah ke Adrian, namun ia sempat menimbulkan situasi mengkhawatirkan ketika bola terlepas dari pelukannya namun berhasil ia amankan sebelum melewati garis gawang.

Liverpool bermain pragmatis pada sisa waktu yang ada dan empat menit injury time demi memastikan kemenangan 2-1 tetap terjaga kala peluit tanda laga usai, dan tiga poin tetap dalam genggaman mereka.

Baca juga: Sadio Mane tak risaukan Desember yang sibuk

Baca juga: Arsenal pecat Unai Emery


Susunan pemain:

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold, Dejan Lovren, Virgil van Dijk, Andy Robertson; Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum, Alex Oxlade-Chamberlain (Adrian); Mohamed Salah (Adam Lallana), Roberto Firmino (Divock Origi), Sadio Mane
Pelatih: Juergen Klopp

Brighton & Hove Albion (4-3-3): Mathew Ryan; Martin Montoya (Steven Alzate), Adam Webster, Lewis Dunk, Daniel Burn; Yves Bissouma (Leandro Tossard), Dale Stephens, Davy Proepper; Pasal Gross, Aaron Connolly, Aaron Mooy (Neal Maupay)
Pelatih: Graham Potter

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar