Liga Inggris

Leicester pangkas keunggulan Liverpool usai tundukkan saudara tuanya

Leicester pangkas keunggulan Liverpool usai tundukkan saudara tuanya

Pemain Leicester City Caglar Soyuncu dan Kasper Schmeichel merayakan kemenangan atas Everton dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion King Power, Leicester, Inggris, Minggu (1/12/2019) setempat. (ANTARA/REUTERS/Andrew Boyers)

Jakarta (ANTARA) - Leicester City memangkas keunggulan Liverpool di puncak klasemen Liga Inggris usai menundukkan saudara tuanya, Everton, dalam laga pekan ke-14 di Stadion King Power, Minggu setempat (Senin WIB), di mana mereka menang 2-1 atas tamunya tersebut.

Bukan saja catatan itu memperpanjang catatan tak terkalahkan Leicester menjadi enam laga beruntun, tetapi juga membuat mereka kembali menduduki posisi kedua klasemen dengan raihan 32 poin, setelah sempat digeser Manchester City (29) selama 24 jam lebih.

Kemenangan itu membuat tim besutan Brendan Rodgers juga memangkas lagi keunggulan Liverpool (40) di puncak klasemen menjadi kembali tersisa delapan poin saja.

Baca juga: Hasil dan klasemen Liga Inggris, Liverpool unggul 11 poin di puncak

Sedangkan Everton (14) masih berkutat sebagai pesaing untuk menghindari zona degradasi, sebab mereka tertahan di urutan ke-17 atau cuma terpaut dua poin dari rasa aman, demikian catatan laman resmi Liga Inggris.

Tiga poin yang dibukukan Leicester kali ini juga dipetik penuh kerja keras, sebab mereka tertinggal lebih dulu akibat gol Richarlison pada menit ke-23.

Pada menit ke-34, Leicester sempat diberi hadiah tendangan 12 pas menyusul jatuhnya Ben Chilwell di dalam kotak penalti Everton, namun keputusan itu dianulir oleh wasit Graham Scott setelah berkonsultasi dengan VAR dan keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum.

Meski tertinggal, Leicester tak terlihat patah arang dan terus menekan sejak sepak lanjut babak kedua hingga akhirnya kerja keras mereka membuahkan hasil lewat gol Jamie Vardy yang menyambar umpan tarik kiriman Kelechi Iheanacho pada menit ke-68 untuk membuat kedudukan imbang 1-1.

Vardy bahkan hampir menuntaskan kebangkitan Leicester mepat empat menit kemudian jika saja sundulannya menyambut umpan silang Youri Tielemans tak melambung di atas mistar gawang.

Baca juga: Everton menangi laga dua tim pesakitan kontra Southampton

Everton sepertinya cukup puas membawa pulang satu poin dan hal itu hampir terwujud, namun pada menit keempat injury time Iheanacho mencetak gol demi membawa Leicester berbalik memetik kemenangan.

Awalnya, Iheanacho dianggap berada dalam posisi offside saat Ricardo Pereira melepaskan umpan terobosan, namun kali ini tinjauan VAR berbuah pada keputusan wasit yang mengesahkan gol penentu kemenangan Leicester tersebut.


Sheffield jaga rekor positif

Pertandingan lain yang berlangsung lebih awal di Stadion Molineux menjadi panggung keberhasilan Sheffield United menjaga rekor positif tak terkalahkan dalam laga tandang usai main imbang 1-1 kontra Wolverhampton.

Lys Mousset lebih dulu membawa Sheffield unggul pada saat laga baru berjalan dua menit, namun keunggulan itu gagal dipertahankan akibat keteledoran pertahanan berujung gol Matt Doherty yang berdiri bebas tanpa kawalan untuk menanduk umpan silang Raul Jimenez pada menit ke-64.

Baca juga: Sheffield tahan imbang United 3-3 melalui laga dramatis

Bahkan, Wolverhampton hampir saja berbalik untuk memastikan kemenangan seandainya sepakan Diogo Jota dari tengah kotak penalti tak melambung tinggi di atas gawang dua menit jelang bubaran.

Kegagalan Jota jadi berita baik bagi Sheffield yang belum terkalahkan dalam laga tandang sejak promosi ke Liga Premier musim panas lalu.

Hanya saja, berbagi satu poin membuat Wolverhampton dan Sheffield gagal beranjak dari urutan keenam dan ketujuh, masing-masing dengan raihan 20 poin serta 19 poin, sejak disalip oleh Tottenham Hotspur (20) kurang lebih 24 jam yang lalu.

Baca juga: Ditahan imbang Villa di Old Trafford, MU dipaksa puas dengan satu poin

Baca juga: Arsenal gagal kemas tiga poin usai ditahan imbang Norwich

Baca juga: Watford dan Quique Flores berpisah lagi

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar