Berita politik kemarin, hoaks soal Habib Rizieq hingga pemekaran Papua

Berita politik kemarin, hoaks soal Habib Rizieq hingga pemekaran Papua

Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri menemui Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di kediamannya, Mekah, Arab Saudi, Senin (8-4-2019). ANTARA/dokumentasi pribadi

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita politik kemarin yang masih menarik untuk dibaca, mulai dari hoaks kabar kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab hingga aspirasi masyarakat soal pemekaran Papua.

Berikut rangkuman beberapa berita politik kemarin yang masih menarik dibaca hari ini:

1. Video hoaks kepulangan Habib Rizieq menjelang Reuni 212

Jakarta (ANTARA) - Menjelang Reuni 212, video viral berisi kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di sebuah bandara yang tersebar di media sosial merupakan kabar bohong alias hoaks. Baca selengkapnya di sini.


2. SBY kembali berkomunikasi dengan netizen lewat instagram Ani Yudhoyono

Gunung Geulis, Kabupaten Bogor (ANTARA) - Setelah beberapa waktu tidak aktif memberikan komentar dan menyapa netizen setelah wafatnya Ani Yudhoyono, presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyapa melalui instagram Ani Yudhoyono yang vakum sejak 6 bulan lalu.

Baca selengkapnya di sini.

3. Golkar Papua deklarasi dukung kembali Airlangga Hartarto

Nusa Dua, Bali (ANTARA) - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) se-Provinsi Papua menyatakan dukungannya untuk Airlangga Hartarto kembali menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2019-2024.

Baca selengkapnya di sini.

4. Mendagri akui terima aspirasi pemekaran dari masyarakat Papua

Jayapura (ANTARA) - Mendagri Tito Karnavian mengaku sudah menerima aspirasi tentang keinginan masyarakat agar provinsi di Papua dimekarkan.

Selengkapnya di sini.

5. BPIP sebut jadi bangsa maju tak cukup rukun dan toleran

Banyuwangi (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Hariyono menyatakan untuk menjadi bangsa yang maju tak cukup dengan hidup rukun dan toleran.

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar