Bupati Puncak resmikan empat puskemas rawat inap di daerah konflik

Bupati Puncak resmikan empat puskemas rawat inap di daerah konflik

Bupati Puncak Willem Wandik meresmikan empat puskemas rawat inap, yang tersebar pada empat distrik, yaitu di Sinak, Gome, Agandugume dan Wangbe, di mana peresmian keempatnya dipusatkan di Distrik Sinak. (ANTARA/HO-Diskominfo Puncak)

Jayapura (ANTARA) - Bupati Puncak Willem Wandik meresmikan empat puskemas (pusat kesehatan masyarakat) rawat inap, yang tersebar pada empat distrik, yaitu Sinak, Gome, Agandugume dan Wangbe, di mana kesemuanya merupakan daerah-daerah konflik karena sering terjadi kontak senjata antara TNI/Polri dan pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) selama ini.

"Keempat puskemas tersebut, terbilang megah, untuk ukuran wilayah terpencil Papua dan daerah seperti Kabupaten Puncak yang satu-satunya transportasi hanya lewat udara, meski daerah rawan konflik," kata Willem di Jayapura, Senin.

Menurut Willem, bangunan puskemas ini juga dilengkapi dengan ruangan rawat inap, IGD, ruang apotik, perawatan, rawat jalan, kesehatan ibu dan anak, persalinan, administrasi, serta dilengkapi dengan rumah-rumah dinas bagi perawat juga dokter yang dekat dengan puskesmas dengan pagar di sekelilingnya.

"Saya atas nama pemerintah dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, visi dan misi lima tahun lalu, kini sudah dirasakan oleh masyarakat, terbukti hari ini kami meresmikan empat puskemas di Puncak dengan bangunan yang cukup megah, untuk melayani kesehatan bagi rakyat di wilayah ini," ujarnya.

Baca juga: Puskesmas udara, inovasi baru Dinkes Nduga layani warga kampung

Baca juga: Jenazah Briptu Heidar dievakuasi ke Puskesmas Ilaga

Baca juga: Penyuluhan kesehatan digelar satgas pamtas perbatasan di Papua


Dia menjelaskan hal ini merupakan wujud dari negara yang sudah hadir di setiap kampung, distrik, kabupaten dan provinsi untuk melayani rakyatnya, di mana ke depan diharapkan puskemas tersebut bermanfaat bagi masyarakat dan warga Puncak semakin sehat juga sejahtera.

"Kami juga akan membuka lowongan kepada para tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan di Kabupaten Puncak, seperti dokter umum, anak, dokter dan lainnya, sebab meski bangunan puskesmas begitu megah, namun jika tidak ada tenaga kesehatan yang melayani, itu sama saja pelayanan tidak maksimal, dan negara malu kepada rakyatnya," katanya lagi.

Dia menambahkan tahun anggaran 2020, pihaknya akan membuka lowongan untuk tenaga dokter, sesuai dengan kebutuhan kesehatan di Kabupaten Puncak, dengan gaji yang cocok untuk wilayah terpencil sehingga para tenaga kesehatan itu betah dan melayani masyarakat dengan baik.

Senada dengan Willem Wandik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Demus Wonda mengatakan pembangunan empat puskemas ini menggunakan dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2018, yaitu program Dana Alokasi Khusus fisik afirmasi.

Bentuk bangunan keempat puskemas ini, semuanya sama bahkan Puskemas Sinak, Gome dan Wangbe sudah 100 persen siap dimanfaatkan, sementara Puskemas Agandugume baru 75 persen, ini diakibatkan karena kondisi keamanan bagi para pekerja.*

Baca juga: Puskesmas Harapan layani kesehatan pengungsi pesisir Danau Sentani

Baca juga: Bupati Jayawijaya tarik ambulans yang dijadikan angkutan umum

Baca juga: Terserang malaria, TNI bantu evakuasi pasien ke Puskesmas Ubrub Keerom-Papua

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar