Aniaya satpam, WN Australia ditahan polisi

Aniaya satpam, WN Australia ditahan polisi

Ilustrasi penangkapan. (Foto Antara Sumut/Istimewa)

Denpasar (ANTARA) - Warga Australia bernama Whiting Zac William (19) ditahan Polsek Kuta, Bali, karena terlibat kasus penganiayaan terhadap satpam salah satu rumah makan siap saji yang berada di wilayah Legian.

"Tersangka dibawa ke Polsek Kuta pada (29/11) waktu dini hari. Ada dua saksi yang diperiksa, saat kejadian tersangka itu habis minum, tapi tidak mabuk, karena tersangka ini emosi tentang HP temannya yang hilang di sekitar tempat korban bekerja," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta, IPTU I Putu Ika Prabawa usai dikonfirmasi via telepon, di Denpasar, Senin.

Baca juga: Papua Terkini - Imigrasi Sorong deportasi 4 warga negara Australia

Ia mengatakan kasus penganiayaan ini terjadi pada (29/11) dini hari dan saat kejadian korban yang sedang bertugas melihat ada beberapa orang asing terlibat keributan dengan tukang ojek.

Putu Ika mengungkapkan korban ini langsung menegur tersangka supaya tidak ribut di tempatnya bekerja, namun tersangka menyatakan sedang mencari telepon selulernya yang hilang.

"Beberapa saat kemudian, tersangka bertanya ke korban 'Apakah melihat orang yang mengambil HP nya, kan kamu yang kerja di sini," kata Iptu Putu menirukan perkataan tersangka.

Selanjutnya korban mengatakan Kalau kehilangan di dalam restauran mungkin dirinya mengetahuinya, kalau kehilangan di luar restauran tidak mengetahuinya, jelas Kanit Putu Ika.

Kanit Putu Ika menjelaskan ketika korban mengaku tidak mengetahui tentang HP tersebut tersangka tetap memaksa korban untuk bertanggung jawab atas kehilangan telepon selulernya.

"Dari percakapan itu, tersangka memukul korban sehingga menyebabkan luka-luka pada pelipis korban,"jelasnya.

Baca juga: Bareskrim tangkap tiga pelaku penyelundupan WN Bangladesh tujuan Australia

Baca juga: Eksekusi mati terhadap WN Australia tak boleh terhambat


Berdasarkan hasil interogasi tersangka mengaku melakukan pemukulan kebagian wajah korban. Selain itu, pelaku melakukan pemukulan karena marah kepada korban karena handphone temannya hilang di sekitar tempat Jalan Legian seputaran tempat korban bekerja, namun korban tidak mengetahuinya.

"Tersangka ini sudah ditahan dan saat jni tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di pihak kepolisian," ucapnya.

Sedangkan korban yang bernama Adni Junus Liu sedang mendapatkan perawatan lebih lanjut akibat pukulan yang diterimanya dari tersangka.

Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui rencana dari pihak tersangka bersama pengacaranya untuk mengajukan upaya damai dengan korban.

Kanit Putu Ika menjelaskan tersangka sebagai yang melayangkan kekerasan dikenakan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jika terbukti kesalahan lembaga, Gubernur Sumsel tutup SMA Taruna Indonesia

Komentar