Pemprov Babel akan berlakukan "fuel card" pertanian

Pemprov Babel akan berlakukan "fuel card" pertanian

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan (kanan) didampingi Kaploda Provinsi Kepulauan Babel, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat (kiri) saat meninjau pemberlakuan pembelian BBM bersubsdi menggunakan fuel card di SPBU Pangkalbalam, Senin (Aprionis)

Selama ini petani cukup sulit mendapatkan BBM bersubsidi, karena antrian panjang kendaraan dan BBM bersubsidi tersebut cepat habis
Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan memberlakukan "fuel card" atau kartu bahan bakar minyak bersubsidi untuk pertanian, guna memudahkan petani mendapatkan BBM dalam mengoperasikan sarana pertanian.

"Kita harus mensuplay BBM subsidi untuk pengolahan sawah, guna meningkatkan produksi padi petani," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan usai meluncurkan pembeliaan BBM bersubsidi menggunakan "fuel card" di SPBU Pangkalbalam, Senin.

Ia mengatakan pemberlakuan fuel card sektor pertanian ini, sebagai upaya pemerintah provinsi mendorong produksi padi petani, menjaga stabilitas harga beras dan mengurangi ketergantungan beras impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau timah ini.

"Kebutuhan BBM petani untuk mengolah lahan pertanian cukup tinggi dan diharapkan Dinas Pertanian, Pertamina dan pihak terkait lainnya mendata luas sawah dan berapa kebutuhan BBM untuk mengoperasikan pompa air, traktor dan lainnya," ujarnya.

Menurut dia tantangan pemberlakuan fuel card pertanian lebih berat dibandingkan kendaraan masyarakat, karena pemerintah harus mensurvei kartu BBM bersubsidi ke sawah-sawah memiliki areal luas seperti di Desa Rias, Pergam, Jelutung II Kabupaten Bangka Selatan.

Selain itu, areal persawahan yang luas juga ada di Desa Kelapa, Jebus Kabupaten Bangka Barat, sementara itu Kabupaten Bangka terdapat di Desa Paibem dan lainnya yang terpencar.

"Ini harus diatur, jangan sampai petani berubah profesi sebagai pengerit BBM dan kita tidak mau hal-hal seperti ini terjadi," katanya.

Oleh karena itu, dengan pemberlakuan fuel card untuk pertanian ini tentu akan memudahkan petani mendapatkan BBM bersubsidi untuk kebutuhan pengembangan pertaniannya.

"Selama ini petani cukup sulit mendapatkan BBM bersubsidi, karena antrian panjang kendaraan dan BBM bersubsidi tersebut cepat habis di SPBU," katanya. 


Baca juga: Petani harus berinovasi hadapi kenaikan BBM
Baca juga: Legislator: petani makin miskin akibat kenaikan BBM
Baca juga: Petani kesulitan mendapatkan BBM untuk alat pertanian

Pewarta: Aprionis
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KONI Babel gelar Pelatda persiapan jelang PON Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar