SEA Games 2019

Tujuh jahitan di lengan tak hentikan Harris membawa pulang perak wushu

Tujuh jahitan di lengan tak hentikan Harris membawa pulang perak wushu

Atlet wushu putra Indonesia Haris Horatius mengikuti final wushu taolu nandao/nangun combine putra SEA Games 2019 di World Trade Center, Manila, Filipina, Minggu (1/12/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Manila, Filipina (ANTARA) - Tujuh jahitan di lengan kiri tak menghentikan Harris Horatius menorehkan prestasi di SEA Games 2019 Filipina setelah menyumbangkan medali perak untuk Indonesia dari wushu pada Senin.

Atlet kelahiran Medan, Sumatra Utara 24 tahun silam itu tampil meyakinkan memperagakan gerakan-gerakan wushu nomor seni atau Taolu kombinasi golok dan toya (Nandao/Nangun) di World Trade Center, Manila.

Harris mengumpulkan total poin 19,260 dari kombinasi kedua nomor itu untuk membawa pulang medali wushu pertama bagi Indonesia, setelah di hari sebelumnya target timnas wushu Indonesia meleset dan gagal mengamankan tiga medali emas yang dipertandingkan hari itu.

Baca juga: Harris Horatius rebut perak wushu nomor Taolu Nandao/Nangun

"Puas, saya sangat bangga dan sangat bahagia. Semoga peraihan medali ini bisa membuat seluruh Bangsa Indonesia juga ikut bangga dan bahagia," kata Harris usai upacara pengalungan medali, Senin.

Harris hanya terpaut 0,02 poin dari atlet Brunei Darussalam Mohammad Adi Solihin Roslan yang keluar sebagai juara nomor kombinasi itu dan unggul 0,01 poin dari atlet Vietnam Quoc Khanh Pham yang finis peringkat tiga untuk medali perunggu.

Sebelum bertolak ke Filipina, Harris mengalami insiden ketika berlatih yang menyebabkan lengan kirinya terluka karena terkena golok.

"Harus dijahit bagian tangan kiri... ada tujuh jahitan sebelum sampai ke sini," kata Harris.

Namun juara nomor Taolu Nanquan dan Nangun SEA Games 2015 itu tak gentar turun di arena WTC dan telah lulus dengan perak di dua hari pelaksanaan cabang wushu.

Baca juga: Harris masih berpeluang raih medali wushu nomor Nandao/Nangun

"Performa tidak terpengaruh, puji Tuhan Harris bisa mengontrol, tetap atur mulai dari pemanasan, pikiran, mental dan seluruhnya."

Harris tak bisa lebih berpuas diri lagi dengan medali perak sekembalinya ke pesta olahraga se-Asia Tenggara itu setelah melewatkan edisi 2017 di Kuala Lumpur.

"Setelah absen mungkin tantanganya adalah harus balik lagi setelah mengalami kesibukan-kesibukan, jadi Harris sudah maksimal di sini."

Pada hari yang sama dipertandingkan dua nomor wushu taolu lainnya yaitu Taijijian putra, di mana Bobie Valentinus Gunawan hanya finis peringkat empat sementara medali emas nomor itu jatuh ke tangan Choon How Loh dari Malaysia, kemudian perak direbut atlet tuan rumah Jones Llabres Inso dan perunggu lari ke Brunei Darussalam lewat Yu Hosea Wong Zheng.

Kemudian di nomor kombinasi Taolu Daoshu/Gunshu, Seraf Naro Siregar dan Edgar Xavier Marvelo masih akan melakoni laga final pada Selasa setelah merampungkan nomor Daoshu hari ini.

Baca juga: Target wushu meleset di hari pertama

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atlet wushu Harris Horatius optimistis di nomor toya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar