Kemenag: UIII pusat studi Islam dunia khas Indonesia

Kemenag: UIII pusat studi Islam dunia khas Indonesia

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin di Depok, Jawa Barat, Senin (2/12/2019). (ANTARA/Anom Prihantoro)

Depok (ANTARA) - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang saat ini dibangun akan menjadi salah satu pusat studi Islam yang khas Indonesia.

"Kita ingin studi Islam punya keunikan, punya distingsi, punya kekhasan yang membedakan dari tempat lain," kata Amin saat berbincang dengan wartawan di Depok, Jawa Barat, Senin.

Baca juga: Jokowi targetkan Universitas Islam Internasional selesai 2020

Dia mengatakan melalui UIII agar menjadikan Indonesia sebagai tujuan studi Islam di dunia. UIII akan menjadi salah satu perguruan tinggi studi Islam yang representatif di kancah global dan bisa bersaing dengan kampus kelas dunia yang lain.

Menurut dia, UIII dibangun untuk sejajar dengan pusat studi Islam kelas dunia, termasuk kampus dari Timur Tengah. Maka dari itu, untuk dapat masuk menjadi mahasiswa kampus tersebut akan melewati persaingan yang tinggi.

"Jadi karena masuk ke situ akan 'highly competitive' karena berbeasiswa, jadi tentu mencari inputnya yang bagus-bagus. UIII menggunakan pengantar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris," katanya.

Baca juga: Anggaran pembangunan UIII sampai Rp3,5 triliun menurut Presiden

Amin mengatakan fasilitas UIII juga dibangun berstandar internasional dan terpadu seperti fasilitas studi, asrama, perpustakaan dan hal terkait lainnya.

Saat ini, kata dia, kampus UIII dalam tahap pembangunan dan targetnya pada 2020 sudah rampung dan dapat menerima mahasiswa baru.

"Semuanya sedang berjalan. Asumsi saya bahwa September 2020 itu pembangunan tahap sekarang selesai kemudian bisa menerima mahasiswa. Tapi pembangunannya masih bertahap," katanya.

Dia mengatakan UIII akan memiliki luas yang tergolong besar sekira 142,5 Hektar di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

"Jadi karena kampusnya besar, bisa kita bangun sekaligus bertahap. Bahkan Kementerian PUPR juga membantu sekitar Rp500 miliar. Di 2020 Kementerian PUPR akan membangun perpustakaan, masjid. Kementerian PUPUR yang akan membangun selebihnya Kementerian Agama," katanya.

Baca juga: Jokowi-JK letakkan batu pertama mulainya pembangunan kampus UIII
Baca juga: Wapres: Indonesia layak jadi rujukan kajian dunia Islam moderat
Baca juga: UIII siapkan imam untuk promosikan Islam moderat ke seluruh dunia

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenag terus kampanyekan moderasi beragama

Komentar