SEA Games 2019

Puspa jadi tumpuan emas pertama silat setelah tim putra gagal

Puspa jadi tumpuan emas pertama silat setelah tim putra gagal

Dokumentasi - Pesilat Indonesia Puspa Arum Sari. (ANTARA FOTO/INASGOC/Melvinas Priananda/)

Tuan rumah terlalu berambisi menjadi juara sehingga merugikan Indonesia. Pelatih pun menilai penampilan pesilat tuan rumah kurang
Manila, Filipina (ANTARA) - Puspa Arum Sari menjadi tumpuan utama cabang olahraga pencak silat pada hari kedua pertandingan di SEA Games 2019 mengingat tim putra dari nomor seni gagal menyumbangkan emas untuk Indonesia.

Peraih medali emas Asian Games 2018 ini diharapkan memecahkan kebuntuan dengan merebut emas dari nomor seni tunggal putri. Laga pencak silat sendiri berlangsung di Subic Bay Exibition Centre, Filipina, Selasa.

Pada laga perdana yang diharapkan memborong emas justru gagal. Pesilat andalan Indonesia, Dino Bima Sulistianto yang turun pada nomor seni tunggal putra hanya meraih perunggu 460 poin. Medali emas direbut pesilat tuan rumah Filifina, Eemar Taucel dengan nilai 470 dan perak direbut pesilat Singapura dengan 461 poin.

"Tuan rumah terlalu berambisi menjadi juara sehingga merugikan Indonesia. Pelatih pun menilai penampilan pesilat tuan rumah kurang," kata Dino Bima dalam keterangan resminya.

Baca juga: Perolehan medali sementara SEA Games 2019 hingga Senin

Kegagalan juga dialami tim beregu Indonesia yang beranggotakan Trio Nunu, Anggi dan Asep pada nomor seni beregu putra. Begitu juga dengan pasangan Dedi Setiadi dan Agung Falatehan pada nomor ganda putra.

Dari Subic, selain pencak silat, emas juga diharapkan datang dari catur. Peluang emas ada di tangan Irene Sukandar dan Ummi Fisabilillah lewat nomor mess rapid chess.

Harapan emas juga datang dari wushu yang hingga saat ini belum mendapatkan emas. Edgar Xavier Marvelo dan kawan-kawan menjadi tumpuan akhir Indonesia mengingat saat ini lagi memimpin. Laga wushu berlangsung di Hall A WTC Metro Manila.

Baca juga: Edgar berpeluang raih emas nomor Taolu Daoshu/Gunshu

Bulu tangkis juga sudah dipastikan meraih medali setelah lolos ke final. Buruan emas pertama dari tim putri yang pada laga puncak di Muntinlupa Sport Complex akan menghadapi tim Thailand. Peluang emas di depan mata harus dimaksimalkan oleh Gregoria Mariska dan kawan-kawan.

Senam juga tidak ketinggalan. Rifda Irfanalutfi dan Amalia Fauziah diharapkan meraih hasil maksimal pada nomor women vault atau meja lompat putri. Lomba ini  bakal berlangsung di Rizal Memorial Colosseum Manila.

Peluang emas terakhir ada pada lifter Deni. Terjun pada kelas 67 kg, atlet sensasional itu diharapkan mengikuti jejak Eko Yuli Irawan dan Windy Cantika yang sukses merebut emas pada lomba yang berlangdung di RSMC Ninoy Aquino Stadium.

Baca juga: Ginting pastikan regu putra bulu tangkis Indonesia maju ke final

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Masih ada peluang medali emas di paralayang

Komentar