Ikuti Wall Street, Bursa Saham Tokyo dibuka jatuh

Ikuti Wall Street, Bursa Saham Tokyo dibuka jatuh

Ilustrasi: Seorang pria menunjuk papan elektronik indeks harga saham Nikkei di depan bursa saham di Tokyo, Jepang. ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-hoon/djo/ama

Tokyo (ANTARA) - Bursa saham di Tokyo dibuka lebih rendah pada perdagangan Selasa pagi, mengikuti penurunan saham di Wall Street setelah data manufaktur AS untuk November meleset dari ekspektasi pasar, dengan langkah Washington mengembalikan tarif baja dan aluminium pada Brazil dan Argentina juga menekan sentimen.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Saham Tokyo (TSE) turun 257,72 poin atau 1,10 persen, dari tingkat penutupan perdagangan Senin (2/12/2019), menjadi diperdagangkan di 23.271,78 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo, berkurang 16,33 poin atau 0,95 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.698,16 poin.

Saham-saham yang terkait dengan pulp dan kertas, besi dan baja, serta transportasi laut paling banyak mengalami penurunan pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi. Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada penutupan transaksi Senin (Selasa pagi WIB), hari perdagangan pertama Desember, karena investor mempertimbangkan data aktivitas manufaktur Amerika Serikat yang terus menurun pada November.

Baca juga: Wall Street ditutup merosot, saham Boeing dan American Express jatuh
 

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 268,37 poin atau 0,96 persen, menjadi berakhir di 27.783,04 poin. Indeks S&P 500 turun 27,11 poin atau 0,86 persen, menjadi ditutup di 3.113,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 97,48 poin, atau 1,12 persen, menjadi 8.567,99 poin.

Baca juga: IHSG Selasa pagi dibuka melemah 10,15 poin

Baca juga: Bursa saham Australia jatuh, dipicu pengumuman Trump guncang pasar

Baca juga: Harga emas jatuh, investor cerna data ekonomi AS dan China

Baca juga: Dolar jatuh, terseret data ekonomi AS yang suram


Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar