BI Jakarta terus lakukan koordinasi jaga inflasi ibukota

BI Jakarta terus lakukan koordinasi jaga inflasi ibukota

Ilustrasi inflasi. (Foto Istimewa) (1)

upaya koordinasi ini diperlukan karena pengendalian harga memerlukan kerja sama dan sinkronisasi langkah kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah, serta komitmen yang kuat dalam implementasi kebijakan yang telah diputuskan.
Jakarta (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk menjaga tingkat inflasi di Ibu Kota sesuai dengan sasaran nasional.

"Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Pemerintah Pusat melalui TPID, dan forum-forum yang ada akan terus ditingkatkan," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.

Hamid mengatakan upaya koordinasi ini diperlukan karena pengendalian harga memerlukan kerja sama dan sinkronisasi langkah kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah, serta komitmen yang kuat dalam implementasi kebijakan yang telah diputuskan.

Ia memastikan upaya peningkatan kerja sama yang telah dilakukan sepanjang 2019 ini mampu menjaga laju inflasi tahun kalender di DKI Jakarta sebesar 2,92 persen dan tahun ke tahun (yoy) 3,53 persen atau masih berada dalam kisaran sasaran nasional 3,5 persen plus minus satu persen.

Baca juga: BI Jakarta pastikan inflasi ibu kota terkendali hingga akhir 2019

Terkait pencapaian inflasi pada November 2019 di DKI Jakarta sebesar 0,19 persen, ia menjelaskan hal tersebut terjadi karena ada tekanan terhadap harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran kecuali kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan.

Inflasi tertinggi di DKI Jakarta terjadi antara lain pada kelompok kesehatan yaitu 0,39 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,37 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,26 persen.

Kelompok bahan makanan juga memiliki andil terhadap tingkat inflasi yaitu 0,23 persen pada November setelah sebelumnya mengalami deflasi 0,25 persen pada Oktober 2019.

"Inflasi pada kelompok ini disumbang oleh inflasi pada komoditas bawang merah yang cukup tinggi yaitu sebesar 4,96 persen seiring berkurangnya pasokan," kata Hamid.

Baca juga: TPID perkirakan inflasi Jakarta 2019 capai target inflasi nasional

Tekanan inflasi tertahan oleh kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang tercatat deflasi 0,01 persen karena adanya koreksi tarif angkutan udara sejalan dengan adanya penetapan batas bawah dan batas atas oleh Kementerian Perhubungan.

Melalui perkembangan harga di pasar serta bauran kebijakan yang selama ini sudah dilakukan secara optimal, Hamid memastikan, laju inflasi di wilayah DKI Jakarta akan terkendali dan mampu mendukung target inflasi nasional hingga akhir tahun.

"Tingkat permintaan masyarakat diperkirakan tidak akan mengalami peningkatan signifikan, sejalan dengan tidak adanya momen tertentu yang signifikan dapat mendorong konsumsi," ujarnya.
 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Uang palsu sumbang inflasi, BI Jabar musnahkan Upal

Komentar