Delegasi Inggris tertarik dengan sistem kewirausahaan pesantren Jabar

Delegasi Inggris tertarik dengan sistem kewirausahaan pesantren Jabar

Ketua Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, A Setia Irawan (kiri) saat berbincang dengan delegasi negara lain di ajang 7th OIC Halal Expo and 5th World Halal Summit 2019 di Istanbul, Turki. (Dok Humas Dinas KUK Jabar)

delegasi dunia tersebut kagum dengan sistem pendidikan pesantren di Indonesia yang bisa menggabungkan pendidikan agama Islam dengan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat (community building).
Bandung (ANTARA) - Sejumlah delegasi dunia seperti Inggris, Senegal, Sudan, Palestina, Oman, dan Pakistan yang hadir dalam ajang 7th OIC Halal Expo and 5th World Halal Summit 2019 di Istanbul, Turki, tertarik dan kagum dengan sistem pendidikan kewirausahaan yang diterapkan di lima pondok pesantren Jawa Barat.

Siaran pers Biro Humas Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat (Jabar) di Bandung, Selasa, menyatakan delegasi dunia tersebut kagum dengan sistem pendidikan pesantren di Indonesia yang bisa menggabungkan pendidikan agama Islam dengan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat (community building).

Selama ini dunia menganggap lembaga pendidikan Islam di manapun tidak memiliki fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Ini menarik, kok yang melakukan bisnis bukan entitas bisnis tapi lembaga pendidikan. Kok bisa ya pesantren di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai entitas keagamaan, tapi juga menjadi entitas bisnis atau entitas sosial keagamaan," kata Ketua Dewan Masjid Inggris Raya Necdet Kolca.

Baca juga: Koperasi pesantren Jabar harapkan Halal ExpoTurki jadi pintu ekspor

Kolca mengatakan, jumlah kaum Muslim di Inggris kian bertambah dan pihaknya berjanji akan mengabarkan sistem pendidikan pesantren yang unik ini.

Menurut dia, Dewan Masjid Inggris akan mengirim anak-anak Muslim pada liburan tahun depan ke pesantren-pesantren Jawa Barat untuk mempelajari Islam yang peduli pada pembinaan ekonomi umat.

Anak-anak dari Inggris tersebut akan belajar pertanian di Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Kolca mengatakan, selama ini banyak organisasi amal Islam dunia yang memberikan sumbangan kepada lembaga pendidikan keagamaan di negara-negara Afrika.

"Melalui pameran dari lima pesantren peserta Program One Pesantren One Product (OPOP) ini kami mendapat informasi unik tentang pesantren di Indonesia. Saya akan memberitahu para donatur Eropa agar mengalihkan sebagian donasinya ke pesantren di Indonesia," katanya.

Baca juga: Lima pesantren wakili Jabar ikuti Halal Expo 2019 di Turki

Pada ajang 7th OIC Halal Expo and 5th World Halal Summit 2019 di Istanbul, Turki, pada 28 November hingga 1 Desember 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jawa Barat membawa lima pesantren peserta OPOP.

Kelima Pesantren Al Ittifaq (Kabupaten Bandung), Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman (Kabupaten Bogor), Pesantren Daarut Tauhid (Kota Bandung), Pesantren Al Idrisiyyah (Kabupaten Tasikmalaya), dan Pesantren Husnul Khotimah (Kabupaten Kuningan).

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

OPOP bangun kemandirian Pesantren

Komentar