Turki menentang rencana NATO jika gagal mengakui ancaman teror

Turki menentang rencana NATO jika gagal mengakui ancaman teror

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memimpin sidang menteri pertahanan NATO di kantor pusat Persekutuan di Brussels, Belgia, Kamis (8/10). NATO mengatakan bersiap mengirimkan pasukan ke Turki untuk membela sekutunya setelah pelanggaran di wilayah udara Turki oleh jet tempur Rusia yang mengebom Suriah dan Inggris menegur Moskow karena memperkeruh perang sipil yang telah menewaskan 250.000 jiwa tersebut. (REUTERS/Francois Lenoir )

Istanbul (ANTARA) - Turki akan menentang rencana NATO bagi pertahanan negara Baltik jika aliansi tersebut tidak mengakui kelompok yang Turki pandang sebagai teroris, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa.

Hubungan antara Turki dan sekutunya di NATO telah tegang mengenai sejumlah masalah, mulai dari keputusan Ankara untuk memperoleh sistem pertahanan udara Rusia sampai kebijakan Suriah. Beberapa anggota NATO mengutuk keputusan Turki untuk melancarkan serangan ke dalam wilayah timur-laut Suriah terhadap milisi Kurdi YPG.

Ankara telah menolak untuk mendukung rencana pertahanan NATO buat Baltik dan Polandia sampai negara tersebut menerima lebih banyak dukungan buat perangnya melawan YPG, yang dipandangnya sebagai organisasi teroris.

Sebelum kepergiannya dari Ankara ke pertemuan puncak NATO di London, Erdogan mengatakan ia telah berbicara dengan Presiden Polandia Andrzej Duda melalui telepon pada Senin dan telah sepakat untuk bertemu dengan dia serta pemimpin negara Baltik di London guna membahas masalah tersebut.

Baca juga: NATO: Turki adalah penyumbang penting buat misi Irak
"Dengan senang hati, kami dapat bersama-sama dan juga membahas masalah ini di sana," kata Erdogan, sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa. "Tapi jika teman-teman kami di NATO tidak mengakui sebagai organisasi teroris mereka yang kami pandang sebagai organisasi teroris ... kami akan menentang setiap langkah yang akan diambil di sana."

Satu sumber keamanan Turki pada Senin mengatakan bahwa Turki tidak "memeras" NATO dengan penolakannya terhadap rencana itu dan Ankara memiliki hak veto penuh di dalam aliansi tersebut.

Turki, Prancis, Jerman dan Inggris direncanakan mengadakan pertemuan terpisah di sisi pertemuan puncak NATO. Erdogan mengatakan mereka terutama akan membahas rencana Turki untuk membuat zona aman di bagian timur-laut Suriah, yang setakat ini telah dipenuhi meskipun ada kecaman dari sekutu Ankara di Eropa.

Secara terpisah, Turki telah terlibat pertikaian dengan Yunani dan Siprus mengenai kepemilikan sumber daya alam lepas pantai di bagian timur Laut Tengah. Erdogan mengatakan ia juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di London.

Sumber: Reuters
Baca juga: Turki-AS sepakat Ankara kontrol 'zona aman' Suriah dulu
Baca juga: Turki harapkan NATO tunjukkan solidaritas

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erdogan dijadwalkan kunjungi Indonesia 2020

Komentar