Fadli apresiasi pernyataan Jokowi terkait periodisasi Presiden

Fadli apresiasi pernyataan Jokowi terkait periodisasi Presiden

Dokumentasi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon saat menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi Bogor (HJB) di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (12/6/2019). (ANTARA/M Fikri Setiawan/am)

Apa yang telah disampaikan Presiden Jokowi itu harus kita apresiasi. Itu pernyataan yang menenangkan dan sangat bijak, saya sangat menghargai."
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo yang tidak setuju dengan wacana penambahan periodisasi masa jabatan Presiden menjadi tiga periode.

"Apa yang telah disampaikan Presiden Jokowi itu harus kita apresiasi. Itu pernyataan yang menenangkan dan sangat bijak, saya sangat menghargai," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Selasa.

Baca juga: DPR belum pernah bicarakan wacana tiga periode jabatan Presiden

Fadli yang merupakan Ketua Badan Kerjasama Antar-parlemen (BKSAP) DPR RI mengatakan, kalau wacana tiga periode Presiden tersebut terus berkembang, itu akan membahayakan demokrasi.

Dia meyakini wacana tersebut bukan berasal dari Presiden sehingga seharusnya wacana tersebut harus berhenti ketika Presiden telah menyampaikan pernyataan resmi.

"Dan dengan pernyataan Presiden, seharusnya berhenti sampai di sini, jangan diperpanjang lagi. Artinya presiden sendiri menyampaikan bahwa agaknya isu itu memojokkan beliau," ujarnya.

Fadli mengatakan tidak tahu siapa yang dimaksud Presiden bahwa ada pihak yang cari muka dengan menggulirkan wacana tiga periode Presiden.

Namun dia menilai kalau sudah ada pernyataan Presiden terkait periodisasi jabatan Presiden maka sebaiknya wacana tersebut harus dihentikan dan pernyataan tersebut menenangkan masyarakat.

"Setelah Presiden nyatakan itu, saya kira sangat menjelaskan dan menenangkan bagi masyarakat kita yang memang sudah berkomitmen dengan demokrasi," katanya.

Baca juga: Jokowi: Ada yang mau cari muka usulkan presiden 3 periode

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan pihak-pihak yang mengusulkan amendemen UUD 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode hanya ingin mencari muka.

"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. (Mereka yang usul) itu, satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan, itu saja," kata Presiden Joko Widodo dalam acara diskusi dengan wartawan istana kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Senin (1/12).

Wakil Ketua MPR RI dari fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan perihal usulan perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode tersebut datang dari anggota DPR Fraksi NasDem, salah satu partai pendukung Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Masih perlukah Amendemen UUD 45?

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

DPR dukung pemerintah batasi WNA ke Papua

Komentar