Criteo: Belanja daring Indonesia bergairah meski ekonomi global melesu

Criteo: Belanja daring Indonesia bergairah meski ekonomi global melesu

Ilustrasi - Konsumen sedang mengunjungi situs belanja dalam jaringan yang menawarkan promo. (Antara News/Dewa Wiguna)

berdasarkan data yang dikumpulkan Criteo, penjualan dan kunjungan ritel daring di Indonesia pada 10 Oktober 2019 meningkat masing-masing 110 persen dan 46 persen.
Jakarta (ANTARA) - Layanan periklanan global Criteo menyebutkan bahwa belanja dalam jaringan (daring) pada momen tertentu seperti akhir tahun di Indonesia diperkirakan akan tetap bergairah meski sejumlah pihak menyebut perekonomian global sedang melesu.

"Dari beberapa tahun terakhir kami tetap melihat kalau ada peningkatan penjualan khususnya pada masa puncak," kata perwakilan Criteo McCarl Leonardo di Jakarta, Selasa.

Menurut Senior Account Strategist Large Customers Wilayah Asia Tenggara, Taiwan, dan Hong Kong itu, masa puncak belanja daring tersebut yakni momen khusus tanggal 10 Oktober (10.10), 11 November (11.11) dan Hari Belanja Online atau Harbolnas (12.12).

Baca juga: Pelaku ritel Indonesia didorong kenalkan produk baru genjot konsumsi

Dia mengungkapkan berdasarkan data yang dikumpulkan Criteo, penjualan dan kunjungan ritel daring di Indonesia pada 10 Oktober 2019 meningkat masing-masing 110 persen dan 46 persen.

Untuk pesta diskon 11 November 2019, penjualan naik 170 persen dan kunjungan ritel daring naik 113 persen.

Untuk Harbolnas 2018, lanjut dia, penjualan melonjak 389 persen dan jumlah pengunjung daring mencapai 148 persen.

Peningkatan itu, kata dia, memuncak pada tengah hari dan sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 pada 12 Desember.

Ia memprediksi penjualan Harbolnas tahun ini akan naik 5,5 kali lipat dan 2,5 kali lipat untuk pengunjung daring.

Baca juga: Belanja online 11.11, J&T Express klaim pengiriman melonjak 70 persen

McCarl memberikan contoh transaksi Alibaha pada momen Singles Day yakni 11 November 2019 tercatat mencapai 38 triliun dolar AS atau naik 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Walau ekonomi dibilang melesu tapi dari individu konsumen, mereka tetap saja membeli dan banyak pelaku e commerce mereka tahu sifat konsumen bisa membeli dan mereka tawarkan diskon," katanya.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Agar kecantikan dan fashion menjadi Trending Products

Komentar