Sumut bangun "sport center" seluas 300 hektare

Sumut bangun "sport center" seluas 300 hektare

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mendengarkan paparan master plan Sport Centre Sumut dari arsitek PT Penta Rekayasa Priastini Amrita, di Ruang Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (3/12/2019). (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan membangun sport center di Desa Sena, Kabupaten Deliserdang dengan luas lahan mencapai 300 hektare.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Medan, Selasa, mengatakan sport center juga dipersiapkan untuk menghadapi PON tahun 2024, dimana Sumut bersama Aceh menjadi tuan rumah, mengadopsi bentuk pohon kelapa sawit.

Desain ini dipilih karena kelapa sawit memiliki karakter yang natural dan pola khas, cocok diterapkan di kawasan Sport Center Sumut.

"Kita sudah bahas itu secara detail dan sudah disetujui desainnya mengadopsi bentuk kelapa sawit. Bukan hanya karena kita terkenal dengan kelapa sawitnya, tetapi juga karena pola pembagian zona akan lebih jelas, dinamis dan tepat," katanya.

Bukan hanya mengadopsi kelapa sawit, desain sport center Sumut juga akan menerapkan unsur-unsur budaya di Sumut pada venue-venue olahraga.

Bangunan-bangunan yang ada di Sport Centre ini nantinya memiliki ornamen-ornamen kedaerahan yang ada di Sumut, seperti dari Suku Melayu ada Pucuk Rebung, suku Karo - Pengretret, Simalungn - Gorga, dan suku lainnya.

Tujuannya, kata Edy, untuk menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki dari masyarakat Sumut.

"Ada ornamen-ornamen kedaerahan di sana, itu akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumut dan juga menumbuhkan rasa memiliki. Hal yang tidak kalah pentingnya dari bangunan fisik Sport Center itu adalah akan membuat daerah itu hidup, tidak bergantung hanya pada even saja, serta mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Deliserdang," katanya.

Sementara Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengatakan selain sisi ekonomi yang ditawarkan PT Penta Rekayasa sebagai konsultan seperti pembangunan Water Park, hotel dan wisma, dibutuhkan sarana lain yang benar-benar bisa digunakan masyarakat umum.

"Memang kita membangunnya dalam rangka PON 2024, tetapi tentu harus bisa kita manfaatkan seterusnya. Kita perlu membuat kawasan ini terus hidup dan berguna besar untuk masyarakat Deliserdang, khususnya dan Sumut pada umumnya," katanya.
 

Pewarta: Juraidi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Megahnya Bowling Center di Jakabaring Sport City

Komentar