Menristek dorong program Riset Pro dilanjutkan

Menristek dorong program Riset Pro dilanjutkan

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam acara pertemuan Riset Pro di Jakarta, Selasa (3/12/2019). (ANTARA/Indriani)

Inti dari penelitian yang dilakukan adalah peningkatan sumber daya manusia
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mendorong program Riset Pro yang berasal dari Bank Dunia terus dilanjutkan karena bermanfaat untuk menciptakan ekosistem riset yang baik.

"Riset Pro harus dilanjutkan karena berbeda fungsi dan target dengan beasiswa pascasarjana lain seperti yang dibiayai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)," ujar dia di Jakarta, Selasa.

Namun, kata dia, untuk tahun depan, program tersebut hanya bisa membiayai penelitian yang sesuai dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN).

Dia menjelaskan bahwa ekosistem riset tidak bisa dipelajari hanya melalui internet, namun harus terjun langsung ke dalamnya.

Oleh karena itu, pihaknya sudah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia, seperti Universitas Harvard di Amerika Serikat.

"Inti dari penelitian yang dilakukan adalah peningkatan sumber daya manusia. Para peneliti ini sebenarnya bisa diambil dari perguruan tinggi, namun perguruan tinggi juga memiliki tugas lain, yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karenanya, penting memberi perhatian kepada peneliti," terang dia.

Baca juga: Inovasi yang menjanjikan jadi produk komersial dihilirisasi BRIN

Saat ini, kualitas dan kuantitas peneliti Indonesia masih kurang. Padahal, untuk menyambut bonus demografi harus menyiapkan generasi yang siap bersaing di bidang riset inovasi.

"Beasiswa ini dibutuhkan karena sebagian besar peserta ke luar negeri, selain mendapatkan ilmunya dan teknologi juga mendapatkan ekosistem riset terbangun dengan baik di perguruan tinggi tersebut," kata Bambang.

Riset Pro bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam pembangunan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Kegiatan tersebut lebih spesifik menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penelitian dan pengembangan di bidang iptek, memperkuat kinerja insentif, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di kelembagaan iptek.

Baca juga: Menristek minta Batan ciptakan produk yang bisa bersaing
Baca juga: Menristek/Kepala BRIN serahkan 1.241 sertifikat akreditasi jurnal

Pewarta: Indriani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar