Ombudsman tekankan soal integritas untuk calon kepala perwakilan

Ombudsman tekankan soal integritas untuk calon kepala perwakilan

Seleksi calon kepala perwakilan dan asisten, Ombudsman RI, di Jakarta, Selasa, (3/12/2019) (ANTARA/Ombudsman)

Jakarta (ANTARA) - Ombudsman RI menekankan soal integritas kepada para calon pelamar untuk posisi kepala perwakilan dan asisten.

"Kuncinya hanya satu bagi Ombudsman yaitu terletak pada integritasnya, jadi lakukan ujian ini dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya, apapun hasilnya itulah yang terbaik menurut Tuhan untuk anda.” kata Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty saat mengecek proses penerimaan calon kepala perwakilan dan asisten di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Panitia Seleksi serahkan 18 nama calon anggota Ombudsman

Baca juga: Lembaga Ombudsman buka lowongan calon asisten di Sumbar

Baca juga: Ombudsman harapkan Disdik Bali verifikasi semua domisili calon siswa


Pada seleksi penerimaan yang digelar sejak 5 November 2019 lalu itu, Ombudsman mengharapkan hasil yang terbaik dan mendapatkan pejuang yang berintegritas tinggi untuk menempati posisi-posisi tersebut.

Ombudsman merampungkan seleksi tahap pertama yaitu administrasi, 47 dari 55 peserta calon kepala perwakilan dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Untuk calon asisten, sebanyak 1.083 dari 2.647 pelamar dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya.

Pada 3 Desember 2019, tahapan dilanjutkan ke seleksi tertulis, kemudian peserta akan mengikuti tes psikologi juga wawancara.

Sebelumnya, pada 5/11 Ombudsman membuka kesempatan bagi kalangan umum untuk menjadi kepala perwakilan untuk Provinsi Bangka Belitung, Banten dan Kalimantan Tengah.

Kemudian untuk asisten akan ditempatkan di Ombudsman pusat dan perwakilan di 12 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Banten, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkopolhukam sayangkan belum efektifnya Ombudsman RI

Komentar