SEA Games 2019

Raja Sapta Oktohari optimistis dengan pergerakan emas Indonesia

Raja Sapta Oktohari optimistis dengan pergerakan emas Indonesia

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kanan) bersama peraih emas wushu SEA Games 2019 Edgar Xavier Marvelo di WTC Metro Manila, Filipina, Selasa (3/12/2019). ANTARA/HO/NOC Indonesia/aa.

Manila, Filipina (ANTARA) - Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengaku optimistis dengan pergerakan perolehan medali emas kontingen Indonesia pada SEA Games 2019 Filipina meski saat ini masih bertahan di posisi empat klasemen sementara.

"Memang ada yang tidak sesuai dengan target. Tapi ada juga cabang olahraga yang mampu bikin kejutan di sini. Saya tetap optimis dengan pencapaian saat ini," kata Raja Sapta Oktohari di WTC Metro Manila, Selasa.

Hingga hari ketiga pelaksanaan kejuaraan tahunan itu setelah dibuka secara resmi oleh Presiden Rodrigo Duterte di Philoppine Arena, Sabtu (30/11), kontingen Indonesia baru berada di posisi empat dengan 12 medali emas, 20 perak dan 18 perunggu. Enam emas diantaranya diraih hari ini.

Wushu menyumbang dua medali emas yang keduanya melibatkan nama Edgar Xavier Marvelo yang menjelang tanding harus kehilangan sang ayah, Lo Tjiang Meng (Ameng). Edgar tetap tampil tegar meski setelah menerima medali tangisnya tetap pecah.

"Saya salut dengan perjuangan Edgar. Dia tetap profesional meski berduka. Semoga semangat yang dimiliki menjadi motivasi bagi atlet lain untuk menyumbangkan medali emas," kata pria yang akrab dipanggil Okto itu.

Jika wushu sudah bisa memenuhi target, kondisi berbeda di pencak silat yang baru mengumpulkan satu emas lewat Puspa Arum Sari. Tiga peluang emas dari tiga nomor seni putra semuanya hilang. Harapan Indonesia tinggal berada di nomor tarung.

Balap sepeda bisa dikatakan seret emas mengingat dari tiga emas yang ditargetkan belum ada yang terealisasi. Cross country dan down hill yang diharapkan menyumbang emas ternyata gagal. Harapan tinggal di BMX dan road race.

Baca juga: Tim balap sepeda Indonesia akui lepasnya medali karena salah strategi

Baca juga: Minim fasilitas, timnas aerobik optimistis rebut medali SEA Games


Kejutan justru datang dari duathlon dan menembak. Hanya ditarget perak, atlet duathlon Jauhari Johan justru mampu merebut medali emas. Begitu juga dengan menembak yang sudah mampu memenuhi target tiga medali emas.

Angkat besi juga dalam tren positif setelah mampu merebut tiga medali emas lewat Windy Cantika Aisah, Eko Yuli Irawan dan Deni. Masih ada satu peluang lagi untuk menambah medali emas lewat Rahmad Ervin Abdullah.

Pria yang juga Ketua Umum PB ISSI menjelaskan jika peluang kontingen Indonesia untuk menyodok masih terbuka karena banyak cabang olahraga unggulan belum dipertandingkan. Sebut saja renang dan atletik.

"Harapan kami tanggal 6 ke atas kita terus bisa menambah emas. Cabang lumbung emas kami harapkan bisa maksimal," kata pria yang juga seorang promotor tinju profesional itu.

Kontingen Indonesia pada awalnya ditargetkan mampu merebut 46 medali emas. Target itu didasarkan dari hasil masukan dari induk organisasi cabang olahraga. Namun, target dinaikkan oleh Presiden Joko Widodo saat pelepasan atlet menjadi 60 emas.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan pembalap Tour de Indonesia ikuti start etape kedua di Madiun

Komentar