Juarai Liga 1, saham Bali United naik hampir 6 persen

Juarai Liga 1, saham Bali United naik hampir 6 persen

Dokumentasi - Direksi PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) yang merupakan perusahaan pengelola klub sepak bola Bali United melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (17/6/2019). ANTARA FOTO/Citro Atmoko/aww/pri.

posisi tawar Bali United juga menjadi lebih tinggi untuk menggaet iklan atau sponsor serta berpotensi meningkatkan pemasukan klub.
Jakarta (ANTARA) - Harga saham klub sepak bola PT Bali Bintang Sejahtera atau lebih dikenal dengan nama Bali United naik hampir 6 persen setelah menjuarai kompetisi Liga 1 2019

Pada Selasa (3/12), saham BOLA naik 20 poin atau 5,88 persen menjadi 360. Sementara itu dalam sepekan terakhir naik 2,86 persen. Namun pada Rabu siang, saham BOLA turun 12 poin atau 3,33 persen menjadi 348.

"Selama bisa mempertahankan prestasinya, harusnya mendukung harga sahamnya ya. Apalagi kalau usaha profitnya menghasilkan pemasukan yang berarti," kata Direktur Utama PT Foster Asset Management Andreas Yasakasih saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Bali United pastikan rebut juara Liga 1 2019

Selain itu, lanjut Andreas, posisi tawar Bali United juga menjadi lebih tinggi untuk menggaet iklan atau sponsor serta berpotensi meningkatkan pemasukan klub.

"Penjualan merchandise, karcis dan lain-lain bisa lebih meningkat pesat seperti MU, Barca, dan lain-lain," ujar Andreas.

Kendati demikian, ia mengingatkan, meski klub menorehkan prestasi dan memberikan sentimen positif terhadap harga saham BOLA, pengelolaan bisnis perusahaan yang baik tetap diutamakan.

"Kalau cuma sentimen tapi tidak bisa mendatangkan keuntungan buat investor ya tidak akan langgeng," kata Andreas.

Sementara itu, Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto mengharapkan, dengan prestasi Bali United yang menjadi juara Liga 1 2019, prospek saham BOLA akan semakin cerah ke depan.

"Secara tidak langsung itu yang diharapkan. Sebetulnya pergerakan harga saham lebih ditentukan oleh fundamental emiten. Tentunya ini bisa terjadi dengan juara liga, makin banyak sponsor dan nilai sponsor naik, jumlah penonton juga naik, royalti dari TV juga naik," ujar Octavianus.

Baca juga: IHSG diprediksi terkoreksi seiring perang dagang yang meluas

Bali United resmi tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Juni 2019.

Direktur Utama Bali Bintang Sejahtera Yabes Tanuri saat itu mengatakan, dengan menjadi perusahaan terbuka atau go public, banyak pihak dapat mendukung visi dan misi Bali United mencapai kesuksesan baik di sepak bola maupun industri olahraga dan hiburan. Dan ternyata jelang akhir tahun Bali United sukses menjadi juara.

Sebelumnya, Bali United mengunci gelar juara kompetisi Liga 1 Indonesia 2019 di pekan ke-30 setelah mengalahkan Semen Padang 2-0 di Stadion Haji Agus Salim Kota Padang, Sumatera Barat pada Senin

Hasil itu membuat Bali United mengumpulkan 63 poin dari 30 laga dan unggul dari pesaing terdekatnya BorneoFC yang mengoleksi46 poin dari 30 laga setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan PSM Makassar pada waktu bersamaan

Perolehan poin Bali United tidak akan mampu dikejar Borneo karena kompetisi hanya menyisakan empat laga. Dua gol kemenangan Bali United di laga menghadapi Semen Padang dicetak oleh Spasojevic menit ke-50 dan 84.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Arema FC target lolos ke Liga Champhion Asia bersama Mario Gomez

Komentar