Lokalisasi prostitusi "Lembah Durian" di Barito Utara resmi ditutup

Lokalisasi prostitusi "Lembah Durian" di Barito Utara resmi ditutup

Wakil Bupati Barito Utara, Kalteng, Sugianto Panala Putra menandatangani deklarasi "Kabupaten Barito Utara Bebas Lokalisasi Prostitusi 2020" di halaman kantor bupati di Muara Teweh, Rabu (4/12/2019). (FOTO ANTARA/Dokumen pribadi).

Rakor nasional bidang rehabilitasi sosial di Kementerian Sosial pada 28-30 Januari 2016 menegaskan pemerintah pusat mencanangkan Indonesia "Bebas Lokalisasi Prostitusi tahun 2019"
Muara Teweh, Kalteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, resmi menutup lokalisasi prostitusi setempat yang dikenal dengan nama Lembah Durian atau Merong di kilometer 3,5 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu.

Penutupan ini ditandai dengan penandatanganan deklarasi "Kabupaten Barito Utara Bebas Lokalisasi Prostitusi"  di halaman kantor bupati setempat di Muara Teweh, Rabu.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua I DPRD Barito Utara Permana Setiawan, Sekda Jainal Abidin dan pejabat serta tokoh masyarakat lainnya.

Bupati Barito Utara Nadalsyah dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Sugianto Panala Putra mengatakan bahwa hasil rapat koordinasi nasional bidang rehabilitasi sosial yang dilaksanakan Kementerian Sosial pada tanggal 28-30 Januari 2016 menegaskan pemerintah pusat melalui Kemensos mencanangkan “Indonesia Bebas Pasung tahun 2017, Bebas Anak Jalanan tahun 2017 dan Bebas Lokalisasi Prostitusi tahun 2019".

"Dalam rakor tersebut menghasilkan komitmen bersama oleh seluruh peserta rapat koordinasi nasional untuk menutup lokalisasi di wilayahnya masing–masing," katanya.

Menurut dia, dalam rangka menindaklanjuti komitmen bersama tersebut Pemkab Barito Utara pada tahun 2019 ini melaksanakan kegiatan penutupan lokalisasi prostitusi yang telah dilakukan pada Rabu, 4 Desember 2019.

Ia menegaskan bahwa dampak dari keberadaan lokalisasi prostitusi sangatlah luas, di antaranya ancaman penyebaran penyakit menular seksual, di mana saat ini banyak orang yang menderita atau bahkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat, karena tidak dengan pasangan yang sah.

Kemudian berbagai bentuk kemaksiatan lain yang mengiringi dunia prostitusi adalah minuman keras, narkoba, judi, penghalalan segala cara untuk mencapai tujuan.

Disebutkan pula bahwa m​​​​​​Minuman keras dan narkoba jauh lebih berbahaya dari apapun juga karena barang haram tersebut mampu membuat akal pikiran sehat seseorang jadi hilang sehingga mampu berbuat apa saja yang dilarang hukum.

"Jadi sekali lagi, lokalisasi prostitusi ditutup tidak hanya sebatas masalah kemaksiatan, tetapi banyak faktor lain yang mengikutinya dan membawa dampak sosial lebih luas serta mengganggu kesejahteraan keluarga pada akhirnya," katanya.

Terkait dengan penutupan lokalisasi prostitusi ini Bupati Barito Utara Nadalsyah mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat di daerah ini dapat turut berperan serta, termasuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan di lingkungan sekitarnya.

Kepada Satpol PP dan Damkar Barito Utara diminta agar berkerja sama dengan pihak Polres Barito Utara untuk melakukan pengawasan dan penertiban setelah penutupan ini.

"Jangan sampai karena lokalisasi yang secara terang-terangan ini ditutup, tetapi mereka berpindah ke barak-barak atau tempat lainnya yang memungkinkan adanya praktik prostitusi terselubung atau bahkan prostitusi yang tersembunyi menjadi lebih marak," katanya.

"Ada hal penting yang perlu di pikirkan bersama, yaitu dampak dari penutupan lokalisasi prostitusi ini, akan terjadi perubahan pola perekonomian masyarakat sekitar lokalisasi atau masyarakat terdampak sehingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu mengantisipasi dengan adanya kebijakan berbasis ekonomi," kata Sugianto.

Wabup menambahkan hal itu dimaksudkan agar masyarakat di sekitar lokalisasi yang biasanya mengais rezeki dari geliat operasional lokalisasi prostitusi dapat beralih pada kegiatan ekonomi lainnya yang lebih produktif dan berkonotasi positif.

"Oleh sebab itu, meski para penghuni lokalisasi ini dipulangkan, pemerintah tetap harus memperhatikan masyarakat terdampak, melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat," demikian Sugianto Panala Putra.

Baca juga: Pemkab Barito Utara targetkan penutupan lokalisasi PSK Lembah Durian pada 2019

Baca juga: Kemensos sebut telah tutup 160 lokalisasi se-Indonesia

Baca juga: Kalteng bebas lokalisasi prostitusi pada 2020

Baca juga: Seluruh lokalisasi prostitusi di Pulau Jawa telah ditutup




 

Pewarta: Kasriadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan rumah di Barito Utara terendam banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar