Jawa Timur akan jadi percontohan penanganan daerah aliran sungai

Jawa Timur akan jadi percontohan penanganan daerah aliran sungai

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kiri) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua dari kiri) usai menanam pohon Makadamia di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (5/11/2019). Siti mengatakan pemerintah akan menjadikan gerakan penanganan daerah aliran sungai di Jawa Timur sebagai percontohan nasional. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Kota Batu, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyatakan bahwa Program Sapu Bersih Nyemplung Kali (Sabers Pungli) di Jawa Timur akan dijadikan sebagai percontohan penanganan daerah aliran sungai.

Sapu Bersih Nyemplung Kali merupakan gerakan masyarakat untuk membersihkan bagian hulu daerah aliran sungai (DAS) Brantas di Kota Batu, Jawa Timur.

"Saya kira, apa yang dikembangkan oleh Jawa Timur, akan kita bawa menjadi contoh. Ini bisa langsung kita kombinasikan," kata Siti di Kota Batu, Kamis.

Siti menjelaskan bahwa masalah daerah aliran sungai tidak terbatas pada hulu saja, tapi mencakup seluruh bagian mulai hulu sungai, badan sungai, teras sungai, tepi sungai, hilir sungai, hingga tebing-tebingnya.

Ia mengatakan bahwa ada pola pengembangan daerah aliran sungai yang bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga tanpa menimbulkan gangguan terhadap kelestarian lingkungan. 

"Manfaatnya adalah, tepi sungai kia perbaiki, ditanami. Jika daerahnya bagus, bisa kita jadikan ekowisata, dan dikelola masyarakat seperti melalui karang taruna," kata Siti mengenai pola yang disebut ecoparian.

Kerja Sama

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa dalam upaya pemulihan DAS Brantas, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan delapan perguruan tinggi yang ada di wilayah Jawa Timur.

"Kalau dari hulu ada Sabers Pungli, di hilir akan ada delapan universitas yang akan masuk dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Brantas Tuntas," ujar Khofifah.

Delapan perguruan tinggi yang terlibat dalam pemulihan DAS Brantas meliputi Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Agama Islam Negeri (UIN) Madura, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Uiversitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), dan Universitas Pembangunan Nasional.

"Saya rasa, ini bagian dari komitmen kita sebagai sebuah bangsa, tentu daya dukung alam dan daya dukung lingkungan harus kita jaga bersama," kata Khofifah.

Sungai Brantas bersumber dari mata air di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sungai Brantas, yang panjangnya 320 kilometer, melalui wilayah Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, dan Mojokerto.

Baca juga:
22 daerah aliran sungai dalam kondisi kritis

KLHK targetkan tanami 230.000 hektare daerah aliran sungai
 

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemulihan hulu DAS jadi prioritas KLHK tangkal banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar