Dua tim berebut Rp120 juta temukan titik selam baru Maratua

Dua tim berebut Rp120 juta temukan titik selam baru Maratua

Peserta Indonesia Dive Adventure Series bersiap melakukan penyelaman dan mengambil gambar di titik selam channel Maratua, Berau, Kalimantan Timur, Kamis (4/12/2019). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Maratua, Kalimantan Timur (ANTARA) - Sebanyak dua tim penyelam profesional berlomba menemukan titik penyelaman baru di Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, untuk memperebutkan Rp120 juta dalam kompetisi Indonesia International Dive Adventure.

Koordinator acara Indonesia International Dive Adventure John E Sidjabat di Maratua, Berau, Kalimantan Timur, Kamis, mengatakan ada dua tim penyelam hari ini bertanding untuk menemukan titik penyelaman baru di putaran seri pertama kompetisi tersebut di Maratua yang dilaksanakan pada 4 hingga 8 Desember 2019.

Setiap tim terdiri dari empat penyelam dan gabungan dari sejumlah negara. Mereka akan melakukan tiga kali penyelaman di hari pertama lomba dan akan dilanjutkan dua kali penyelaman di hari kedua.

Ia mengatakan peserta kompetisi harus dapat menemukan 15 spesies karang, 15 spesies ikan, biota, lanskap yang menarik, komposisi, dan kondisi sosial seperti menemukan biota endemik di Maratua.

Pasti akan lebih menarik jika ada yang dapat menemukan spesies biota atau karang baru di calon titik penyelaman baru tersebut, ujar dia.

Baca juga: Pertama di dunia, IDAS lombakan pencarian titik selam baru

Baca juga: Indonesia Dive Adventure Series dimulai dari Maratua

Baca juga: Pertamina teken kontrak bagi hasil Blok Maratua


Tim yang menang akan diumumkan langsung pada Sabtu malam (7/12), sekaligus penyerahan hadiah Rp120 juta, berbarengan dengan hasil lomba foto bawah laut yang melombakan khusus hasil foto jepretan dari kamera DSLR dan kamera saku, di mana juara I akan memperoleh Rp30 juta, juara II memperoleh Rp20 juta dan juara III mendapat Rp10 juta.

Menurut salah satu juri lomba foto bahwa laut di ajang Indonesia International Dive Adventure Ria Qorina Lubis, kemungkinan menemukan spesies baru bisa saja terjadi di Maratua, atau menemukan biota endemik mengingat belum semua wilayah perairan Gugusan Kepulauan Dermawan juga belum seluruhnya pernah di selami.

Sebelumnya Direktur Utama PT Sapta Grahita Dewani Joice Maria Bernadet selaku konseptor dan pelaksana kegiatan tersebut mengatakan Maratua dipilih menjadi titik awal pelaksanaan Indonesia International Dive Adventure yang rencananya memang digelar secara berseri pada Desember 2019 hingga 2020 karena berkaitan dengan kesiapan infrastruktur dan waktu (cuaca) terbaik.

Baca juga: Bermodal 7,75 juta dolar, Pertamina siap kelola Blok Maratua

Baca juga: Kapal pesiar hangus terbakar di Maratua karena ledakan gas elpiji


Gorontalo menjadi titik penyelaman kedua pada Maret 2020 yang kemudian dilanjutkan ke Pulau Weh pada Juni 2020, Ambon pada September 2020 dan rencananya ditutup dengan penyelaman di Pulau Komodo pada Desember 2020.

Asisten II Bupati Bidang Pembangunan dan Perekonomian Berau Mansya Kelana mengatakan kegiatan Indonesia International Dive Adventure diharapkan mampu memberikan visual terbaik dari Maratua dan menjadi pemicu wisata datang ke pulau terdepan di Kalimantam Timur.

Ia mengatakan, Pulau Maratua adalah surga tersembunyi. Karenanya kegiatan Indonesia International Dive Adventure diharapkan mampu mengajak penyelam nasional dan internasional datang mengungkap pesona tersembunyi tersebut.

Butuh komitmen semua pihak, dari pusat hingga daerah untuk mempromosikan Maratua ke dunia luar. Selain mengembangkan potensi wisata juga harus mampu menjaga ekosistem laut, darat dan budaya.

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mencari foto dan titik selam baru di bawah laut Maratua

Komentar