BKKBN capai target akuntabilitas lembaga sesuai RPJMN

BKKBN capai target akuntabilitas lembaga sesuai RPJMN

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memberikan keterangan di kantor BKKBN Jakarta, Kamis (5/12/2019), mengenai akuntabilitas lembaga hasil penilaian BPKP. (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Jakarta (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mencapai target penilaian akuntabilitas lembaga sesuai yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di kantor BKKBN Jakarta, Kamis, mengatakan lembaganya berkomitmen untuk terus dapat dipercaya dengan menjalankan berbagai program dan menggunakan anggaran dengan benar untuk menjadi lembaga yang akuntabel.

Penilaian maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) BKKBN tahun 2019 adalah 3,2 dari yang ditargetkan pemerintah yaitu di level 3.

Hasil Quality Assurance Penilaian Maturitas SPIP BKKBN oleh BPKP di Tahun 2019 mengalami kenaikan dari dari level 2,2 pada tahun 2016 menjadi level 3,2 di 2019. Selain itu penilaian Kapabilitas Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) di level 3 yang membuat BKKBN telah sesuai dengan target RPJMN 2015-2019.


Baca juga: IPB Bogor-BKKBN perkuat implementasi delapan fungsi keluarga

Baca juga: BKKBN : pembangunan harus mengacu pada kependudukan

Baca juga: BKKBN: Nikah muda lebih rentan kena kanker serviks


Hasto mengatakan pihaknya akan berupaya mencapai target SPIP yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada level 4 pada 2021.

"Untuk meyakini bahwa SPIP bukan sekedar kewajiban tapi merupakan kebutuhan untuk menuju tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, saya mengharapkan agar seluruh pejabat di lingkungan BKKBN dapat memperhatikan, mengerti dan memahami apa itu tingkat kematangan pelaksanaan SPIP serta dapat mengimplementasikan dengan baik dalam tata kelola administrasi dan pemerintahan sehingga dalam pelaksanaannya tidak mengalami kesulitan serta tidak sampai berhadapan dengan hukum," kata dia.


Penilaian SPIP dan APIP ini untuk mengukur lembaga beserta aparat sipil negara pada institusi tersebut dapat dipercaya dalam menjalankan pelayanan publik dan tidak menyelewengkan anggaran.

"Saya berharap hal ini tidak membuat kita menjadi tinggi hati, namun harus tetap melaksanakan tugas dengan andal, profesional, dan tetap berupaya meminimalkan seluruh kekurangan, hambatan atau catatan atas pelaksanaan maturitas SPIP. Kita tetap harus berupaya meningkatkan kinerja yang lebih baik menuju level 4 maturitas SPIP dan kapabilitas APIP level 4," kata dia.*


Baca juga: BKKBN : pengetahuan jenis kelamin anak didapat dari bimbingan pranikah

Baca juga: BKKBN dan Kemsos salurkan bantuan ke Kampung KB di Papua Barat

Baca juga: BKKBN perkuat program kampung KB di Papua Barat


Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BKKBN rapat dengan DPR bahas rebranding gaet milenial

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar