Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Rumania melakukan pembahasan lanjutan mengenai peluang kerja sama penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik khususnya di bidang pelayanan kesehatan dan manufaktur ke Rumania yang dituangkan dalam nota kesepahaman kedua negara.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan kunjungan kehormatan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dengan Duta Besar LBPP RI H.E. Amhar Azeth, di kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis.

Ida menyampaikan pertemuan ini membahas proses lanjutan mengenai draf nota kesepahaman bilateral antara pemerintah Indonesia dengan Rumania khususnya di bidang ketenagakerjaan.

MoU ini nantinya sebagai pengikat antara kedua pemerintah untuk penempatan tenaga kerja formal Indonesia ke Rumania

“Draf MoU nya sudah final dan sudah disampaikan ke Kedutaan Besar Rumania di Jakarta, dan KBRI Bucharest melalui nota diplomatik dari Kemlu untuk nantinya menunggu tanggapan lebih lanjut dari pihak Rumania,” kata Ida dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Baca juga: RPP Perlindungan Pekerja Migran masuk tahap harmonisasi

Baca juga: Perwakilan negara asing di Indonesia mendapat sosialisasi tentang TKA

Baca juga: Ditingkatkan, kerja sama Kemnaker dengan negara-negara Pasifik Selatan


Menaker Ida mengatakan nota itu juga bertujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan aktifitas kerja sama di bidang ketenagakerjaan dan pelindungan sosial.

Beberapa bentuk aktivitas yang dituangkan dalam antara lain pertukaran informasi, pelindungan sosial bagi tenaga kerja untuk kedua negara, serta pertukaran pelajar dan izin bekerja di kedua negara.

Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Indah Putri Anggoro mengatakan, saat ini Rumania membutuhkan tenaga kerja berketerampilan spesifik khususnya di bidang pelayanan kesehatan dan manufaktur

Hal ini dikarenakan Rumania lebih tertarik kepada tenaga kerja formal dari Indonesia karena mereka memiliki sikap yang baik dan ramah.

“Rumania menyampaikan bidang-bidang yang memiliki prospek besar dan sangat dibutuhkan saat ini seperti terapis spa, pelayan restoran, asisten chef, dan supir truk yang telah tersertifikasi,” kata Indah.*

Baca juga: Ormas meningkat, Kemendagri rencanakan payung hukum pembinaan Ormas

Baca juga: Kemnaker siapkan BLK untuk program kartu prakerja

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2019