Menlu RI lakukan pertemuan bilateral dengan dua negara tetangga

Menlu RI lakukan pertemuan bilateral dengan dua negara tetangga

Menteri Luar negeri RI Retno Marsudi (kanan) dan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste Dionisio Soares (kiri) dalam pertemuan bilateral di sela-sela gelaran Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 di Bali, Kamis (5/12/2019). (ANTARA-HO Kemlu)

Bali (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menggelar pertemuan bilateral dengan menteri dari dua negara tetangga, Timor Leste dan Singapura, secara terpisah di sela-sela gelaran Bali Democracy Forum (BDF) ke-12 di Bali, Kamis.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste Dionisio Soares, Retno menuturkan bahwa isu yang dibahas adalah mengenai upaya peningkatan di bidang kerja sama ekonomi.

"Indonesia menyampaikan keinginan untuk terus melanjutkan kerja sama, termasuk dalam pembangunan infrastruktur di Timor Leste, karena banyak BUMN kita yang melakukan proyek-proyek di sana," ujar Retno.

Baca juga: Buka BDF ke-12, Menlu soroti demokrasi inklusif dan kerapuhan negara
Baca juga: BDF ke-12 akan soroti kepemimpinan perempuan dalam demokrasi


Belum lama ini, Indonesia dan Timor Leste menjalin kerja sama untuk konstruksi jembatan Mota Ain di area perbatasan kedua negara.

Selain itu, upaya penyelesaian masalah perbatasan darat juga menjadi isu lain yang dibahas dalam pertemuan kedua menteri luar negeri tersebut.

"Soal perbatasan, kita bahas ada beberapa pertemuan yang sudah dilakukan dan akan kembali melakukan pertemuan teknis pada 16 Desember mendatang di Bali juga," kata Retno.

Baca juga: Indonesia bantu latih diplomat Suriname
Baca juga: Indonesia-Italia peringati 70 tahun hubungan diplomatik fokus ekonomi


Sementara itu, dalam pertemuan bilateral Indonesia-Singapura, Menlu Retno dan Menteri Urusan Sumber Daya Manusia Singapura Zaky Mohammad berbicara secara khusus mengenai pelatihan vokasi.

"Kami bertukar pandangan bagaimana mengubah mindset pendidikan dari yang cenderung 'lulusan terbaik universitas' menjadi 'lulusan dengan keahlian sesuai perkembangan zaman dan pasar', juga berdiskusi bagaimana cara agar tidak hanya mencetak pencari kerja namun juga pencipta lapangan kerja," ujar Retno.

Baca juga: Pejabat tinggi Venezuela hadiri BDF pertama kalinya
Baca juga: Indonesia-Australia bahas dukungan pembangunan Rakhine State melalui AHA Centre

Pewarta: Suwanti
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menlu minta WNI yang bepergian ke luar negeri segera pulang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar