Indonesia dorong peningkatan kerja sama ekonomi konkret dengan Kenya

Indonesia dorong peningkatan kerja sama ekonomi konkret dengan Kenya

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Kenya, Monica Juma, di sela-sela kegiatan Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum/BDF) ke-12 di Nusa Dua, Bali pada Kamis (5/12/2019). ANTARA/HO Kemlu RI/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Kenya, Monica Juma, mendorong peningkatan kerja sama ekonomi konkret antara Indonesia dan Kenya.

Pertemuan Menlu RI dan Menlu Kenya itu dilaksanakan di sela-sela kegiatan Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum/BDF) ke-12 di Nusa Dua, Bali pada Kamis (5/12), menurut keterangan tertulis Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menlu Retno menyebutkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tren perdagangan Indonesia dengan Kenya mengalami peningkatan dengan rata-rata hingga 17 persen dan mencapai total nilai 317 juta dolar AS pada 2018.

"Meskipun demikian, jumlah tersebut belum sepenuhnya menerjemahkan potensi kedua negara," ujar dia.

Baca juga: Indonesia tindaklanjuti diplomasi ekonomi dengan Afrika

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno menyatakan bahwa salah satu cara efektif untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara adalah melalui penurunan tarif masuk barang.

Untuk itu, di samping mendorong kemungkinan pembentukan perjanjian dagang istimewa (Preferential Trade Agreement/PTA) dengan Kenya, Menlu Retno kembali mengingatkan pihak Kenya terkait proposal pembentukan PTA antara Indonesia dengan East African Community (EAC), di mana Kenya merupakan salah satu anggota organisasi regional yang memiliki Tarif Eksternal Umum (Common External Tariff/CET) tersebut.

Melalui PTA itu, akses pasar akan semakin terbuka dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat kedua negara.

Selanjutnya, Menlu RI juga menyampaikan bahwa pascapelaksanaan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) pada Agustus lalu, Indonesia mengharapkan kerja sama yang lebih konkret dengan Kenya. Dalam hal ini, kedua Menteri sepakat bekerja sama lebih erat, khususnya di sektor infrastruktur dan konektivitas.

Upaya-upaya konkret diplomasi Indonesia ke negara-negara di kawasan Afrika dilakukan oleh pemerintah RI, antara lain dengan penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018, yang kemudian berlanjut dengan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019.

IAID 2019 menghasilkan sejumlah kesepakatan yang didominasi proyek infrastruktur bernilai besar, misalnya proyek pembangunan kawasan bisnis terpadu (mixed used complex) La Tour de Goree Tower senilai 250 juta dolar AS di Dakar, Senegal; proyek konstruksi rumah susun (social housing) senilai 200 juta dolar AS di Songon, Pantai Gading; serta proyek pembangunan pelabuhan terminal liquid (bulk liquid terminal) senilai 190 juta dolar AS di Zanzibar-Tanzania.

Baca juga: Kenya akan buka kedutaan besar di Jakarta awal 2020
Baca juga: Menlu paparkan hasil forum dialog infrastruktur Indonesia-Afrika
Baca juga: Indonesia-Afrika pererat kerja sama pembangunan infrastruktur

 

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar