Rangkaian kegiatan Hakordia 2019 yang diselenggarakan KPK

Rangkaian kegiatan Hakordia 2019 yang diselenggarakan KPK

(ki-ka) Sekjen KPK Cahya Hardianto Harefa, Ketua KPK Agus Rahardjo, dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers terkait dengan peringatan Hakordia 2019 di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/12/2019). ANTARA/Benardy Ferdiansyah/am.

Jakarta (ANTARA) - Sekjen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cahya Hardianto Harefa menjelaskan rangkaian kegiatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 yang bertemakan "Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju".

"Peringatan Hakordia 2019 di KPK akan diisi dengan serangkaian kegiatan, mulai Jumat (6/12) hingga Jumat (13/12)," kata Cahya saat jumpa pers di Gedung KPK RI, Jakarta, Jumat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KPK mengajak segenap pemangku kepentingan membangun kesadaran dan semangat perlawanan terhadap korupsi melalui pendekatan humanis dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk masyarakat.

Pada hari Jumat (6/12) digelar acara Festival Suara Anti-Korupsi (Saksi) di halaman Gedung KPK. Saksi juga akan meluncurkan lagu-lagu dari Side-B Album Saksi 2019 yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

Baca juga: KPK turut undang Presiden hadiri puncak Hakordia 2019

Selain itu, kata Cahya, pada waktu yang sama KPK juga akan mengumumkan pemenang Apresiasi Jurnalis Lawan Antikorupsi 2019. Lomba yang ditujukan untuk jurnalis profesional dan jurnalisme warga terkait dengan empat jenis produk jurnalistik, yaitu video, audio, foto, dan tulisan.

KPK juga menyelenggarakan workshop komunitas antikorupsi dengan tema "Sinergi dalam Pemberantasan Korupsi" bertempat di Gedung KPK.

"Kegiatan akan berlangsung hingga 8 Desember 2019 dengan peserta sekitar 60 perwakilan komunitas dan masyarakat antikorupsi," kata Cahya.

Pada hari Minggu (8/12), kegiatan dilanjutkan dengan "Premiere dan Awarding Anticorruption Film Festival" (ACFFest) 2019 dan Dongeng Kebangsaan Antikorupsi di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta.

Puncak peringatan Hakordia, kata Cahya, akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember pukul 09.00—12.00 WIB di Gedung KPK.

Hadir dalam kegiatan sebagai undangan adalah pimpinan kementerian/lembaga, kepala pemerintahan daerah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya yang selama ini telah berkontribusi dalam upaya pemberantasan korupsi, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan KPK.

Kegiatan dilanjutkan dengan Festival Digital Media Pemerintah pada pukul 13.00—16.00 WIB.

Baca juga: KPK akan gelar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2019

Paralel, bertempat di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi pukul 11.00—17.00 WIB, KPK menyelenggarakan kegiatan Refleksi Tahunan JAGA. Kegiatan berbentuk diskusi membahas mengenai progres dan evaluasi JAGA bersama para champion JAGA dan pakar pelayanan publik.

Pada hari Senin (9/12) juga akan diadakan lelang eksekusi 22 barang rampasan negara yang akan dilaksanakan di KPKNL Jakarta III, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun Nomor 10, Jakarta Pusat.

Agenda pada tanggal 10 Desember akan dilaksanakan sejumlah workshop bagi stakeholder antikorupsi yang melibatkan media massa, CSO, kampus, akademisi, penyuluh antikorupsi, kepala daerah dan mitra pembangunan. Kegiatan ini akan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Gedung Merah Putih KPK dan Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK.

Dalam kegiatan itu, kata Cahya, akan membahas masa depan pemberantasan korupsi bersama media massa dan juga diskusi implementasi komitmen global di level nasional.

Dalam upaya penguatan partai politik, KPK bersama Kemendagri, Bappenas, dan LIPI juga akan menyelenggarakan diskusi terfokus pada kajian KPK terkait dengan sistem integritas partai politik (SIPP) dan skema pendanaan parpol.

"Kegiatan berlangsung di Gedung KPK tanggal 11 Desember pukul 09.00—12.00 WIB dengan mengundang partai politik sebagai peserta," kata Cahya.

Baca juga: KPK luncurkan album kompilasi jelang Hari Antikorupsi 2019

Secara bersamaan, bertempat di Hotel Pullman Jakarta, KPK menyelenggarakan kegiatan High Level Seminar dengan tema "Komitmen Antikorupsi untuk Investasi yang Lebih Baik".

Seminar melibatkan peserta dari unsur pemerintah, parlemen, sektor swasta, akademisi, profesional, organisasi masyarakat sipil, jurnalis, dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pemberantasan korupsi.

Adapun seminar membahas upaya dan reformasi antikorupsi untuk mengundang investor yang bertanggung jawab. Selain itu, juga akan membahas pentingnya meningkatkan integritas sektor publik dan swasta untuk menyediakan lingkungan bisnis yang sehat, kompetitif, dan setara.

Selain itu, kata Cahya, pada hari Rabu (11/12) bertempat di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi pukul 09.00—17.00 WIB berlangsung kegiatan Temu Aksi Nasional Penyuluh Antikorupsi.

Kegiatan akan berlangsung selama 3 hari hingga 13 Desember. Kegiatan ini digagas oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KPK untuk berbagi pengalaman, penguatan kompetensi penyuluh, serta menyusun panduan dan rencana aksi penyuluh antikorupsi.

"Saat ini, hingga 6 November 2019, tercatat total jumlah penyuluh antikorupsi yang sudah tersertifikasi sebanyak 734 orang," kata Cahya.

Ia menyatakan bahwa Temu Konsolidasi Komite Advokasi Daerah (KAD) se-Indonesia menjadi rangkaian terakhir dari seluruh kegiatan Hakordia 2019.

Kegiatan ini, kata dia, diselenggarakan dalam rangka terus mendorong praktik bisnis yang bersih dan berintegritas di sektor swasta dengan membangun iklim berusaha yang sehat, kompetitif, dan beretika. Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi pukul 08.30—16.00 WIB.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPJSTK Batam Nagoya komitmen bebas korupsi

Komentar