Wawalkot Jaktim: Kepatuhan aparatur pada Jumat tanpa kendaraan rendah

Wawalkot Jaktim: Kepatuhan aparatur pada Jumat tanpa kendaraan rendah

Kendaraan bermotor terparkir di sisi Jalan Dokter Sumarno dekat gerbang masuk Kantor Pemerintah Kota Jakarta Timur, Jumat (6/12/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) -
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto mengakui tingkat kepatuhan aparatur di lingkup pemerintah setempat terhadap program Jumat tanpa kendaraan bermotor masih kurang.
 
"Jujur saja, kesadarannya (aparatur) kan masih kurang, ada yang ngakalin," katanya di Jakarta, Jumat.
 
Program Jumat tanpa kendaraan yang digagas mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sejak 2013 menganjurkan seluruh aparatur menggunakan kendaraan umum atau sepeda menuju kantor.
 
Aturan itu berlaku setiap Jumat pekan pertama di setiap bulannya dalam rangka meminimalisasi kemacetan dan pencemaran udara sesuai Instruksi Gubernur Nomor 150 Tahun 2013 tentang Penggunaan Kendaraan Umum bagi PNS DKI.
 
Pantauan ANTARA pada Jumat siang, sejumlah titik parkir di lingkup Pemkot Jakarta Timur, Cakung, tampak dipenuhi kendaraan bermotor milik ASN maupun pegawai kontrak.
 
Kondisi itu juga tampak di area parkiran liar di luar gedung Pemkot Jakarta Timur.
 
Seorang juru parkir bernama Eri membenarkan jika sebagian besar motor di atas trotoar diparkir oleh pengendara berseragam ASN.
 
"Mereka memakai seragam warna putih terus masuk ke Pemkot Jaktim," katanya.
 
Uus mengaku telah mengetahui perilaku pegawai yang kerap membawa masuk kendaraan mereka melalui pintu gerbang di Jalan DR Sumarno.

Baca juga: Sudin Perhubungan Jaksel terima 292 pengaduan terkait parkir liar

Baca juga: Polisi bina pemuda Kebon Jeruk jadi juru parkir resmi

Baca juga: Polisi bekuk belasan penagih utang dan juru parkir liar di Kembangan
 
"Itu kan pintu gerbang ditutup. Saya sama Satpol PP juga sebenarnya sudah minta peringatin sebab aturan itu masih berlaku sampai sekarang," ujarnya.
 
Uus juga meminta kepada petugas Satpol PP untuk menindak tegas oknum ASN yang tidak patuh pada aturan tersebut.
 
"Kebetulan di samping ada pom bensin, makanya saya pernah minta biar pom bensi itu ditutup biar enggak jadi tempat parkir," katanya.
 
Uus menambahkan tidak semua kendaraan yang terparkir dibawa oleh aparatur, sebagian ada pula yang dimiliki warga sipil.
 
"Macam-macam itu, ada juga pengunjung yang mau ke wali kota, karena dia enggak tahu, jadinya parkir di luar juga," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres terima 9 ASN berprestasi

Komentar