Survei INSIS-FFH: Figur eks parpol dominasi citra DPD di media massa

Survei INSIS-FFH: Figur eks parpol dominasi citra DPD di media massa

Ketua DPD RI Lanyalla Mattalitti. ANTARA/dokumentasi pribadi

Jakarta (ANTARA) - Institut Riset Indonesia (INSIS) bersama Founding Fathers House (FFH) merilis survei yang menyatakan bahwa figur eks partai politik mendominasi citra Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di enam media massa nasional sepanjang Oktober 2019.

Keenam media massa ini adalah Detik.com, Tribunnews.com, Kompas, Koran Sindo, Koran Tempo, dan Rakyat Merdeka.

“Berdasarkan pemberitaan di enam media massa itulah INSIS-FFH menyimpulkan bahwa figur bekas parpol mendominasi citra DPD RI. Para senator ini masuk ke Senayan untuk mewakili daerahnya dan bukan mewakili partai politiknya," kata peneliti INSIS Wildan Hakim dalam siaran pers yang diterima, Jumat.

"Rupanya keterkenalan sejumlah senator ini tidak lepas dari rekam jejak mereka sebagai bekas orang parpol,” katanya.

Baca juga: Anggota DPD usulkan KPU atur lembaga survei

Wildan mengatakan bahwa riset dengan metodologi purposive sampling ini mengambil unit analisis dari 232 judul berita yang ditayangkan di enam media massa. Untuk media daring, unit analisis terbanyak berasal dari pemberitaan di Tribunnews.com sebanyak 54 berita.

Adapun untuk media cetak, unit analisis terbanyak berasal dari pemberitaan di Rakyat Merdeka sebanyak 20 berita.

Wildan menjelaskan bahwa anggota DPD RI Fadel Muhammad terhitung paling sering muncul pada pemberitaan dengan jumlah kemunculan sebanyak 79 kali. Disusul La Nyalla Mattaliti dengan 36 kali kemunculan dan Mahyudin sebanyak 10 kali kemunculan.

“Yang menarik adalah pengutipan pernyataan dari Sultan Bachtiar Najamudin. Dari perhitungan, nama tersebut dikutip13 kali. Sultan Bachtiar dari penelusuran kami bukan bekas tokoh partai politik, melainkan sosok lama di DPD karena sebelumnya sudah pernah menjabat sebagai senator mewakili Daerah Pemilihan Bengkulu,” katanya.

Sementara itu, peneliti politik dari Founding Father House (FFH) Dian Permata mengatakan bahwa kemunculan nama Sultan Bachtiar Najamudin di 13 judul berita bisa memberikan harapan adanya senator muda yang bisa mewarnai pertarungan opini di media massa, mengingat usia Sultan yang kini baru 40 tahun.

Baca juga: Profil - Sultan Bachtiar Najamudin "pulang kampung" ke DPD RI

“Senator Jimly Asshiddiqie yang diperkirakan banyak dikutip media massa, ternyata hanya muncul delapan kali. Sementara itu, senator Evi Apita Maya hanya muncul tujuh kali dalam pemberitaan,” kata Dian Permata menegaskan.

Evi merupakan anggota DPD dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pernah digugat Farouk Muhammad dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (18/7). Evi digugat karena fotonya di alat peraga kampanye dinilai terlalu cantik.

Dalam olah data berbasis media monitoring ini, INSIS dan FFH membagi 232 judul berita ke dalam tujuh kategori. Dari ketujuh kategori yang sudah ditetapkan, ke-37 senator Senayan ini banyak berkomentar untuk berita berkategori politik.

Berita politik yang dikomentari ini meliputi isu-isu seputar perebutan kursi pimpinan MPR, profil anggota DPD, perebutan kursi pimpinan DPD, serta perebutan kursi pimpinan alat kelengkapan DPR.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar