BPIP gali mutiara Pancasila di Kabupaten Sumenep

BPIP gali mutiara Pancasila di Kabupaten Sumenep

Direktur Evaluasi Kedeputian Pengendalian dan Evaluasi BPIP Edy Subowo (batik merah) saat berkunjung ke Kantor Badan Kesbangpol Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (6-12-2019). ANTARA/Syaiful Hakim

Sumenep (ANTARA) - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus menggali nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal, salah satunya melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat.

Menggali mutiara Pancasila merupakan program BPIP sejak dibentuk oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 28 Februari 2018 melalui Perpres Nomor 7 Tahun 2018,

BPIP gencar bekerja dalam menegakkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan bagi seluruh penyelenggara negara, komponen bangsa, dan warga negara Indonesia.

"Kami datang ke Kabupaten Sumenep untuk menggali mutiara-mutiara Pancasila," kata Direktur Evaluasi Kedeputian Pengendalian dan Evaluasi BPIP Edy Subowo di sela-sela kunjungannya ke Kantor Badan Kesbangpol Kabupaten Sumenep.

Baca juga: BPIP sebut Pancasila perkuat HAM

Baca juga: Presiden Jokowi: Narasi besar Pancasila harus banjiri medsos


Menurut dia, menggali mutiara Pancasila dinilai sangat penting untuk mengetahui seberapa besar nilai-nilai luhur Pancasila diimplementasikan oleh masyarakat.

Edy yang didampingi oleh Kasubdit Evaluasi II Achdyat dan Kasubdit Evaluasi III Agus Salim serta staf Kedeputian Pengendalian dan Evaluasi BPIP Martha Maya menggali mutiara Pancasila.

Ia mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Badan Kesbangpol Sumenep terkait dengan implementasi pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten setempat.

Mereka bertanya tentang tingkat toleransi di tengah masyarakat yang dia nilai cukup bagus, bahkan tidak pernah terjadi perkelahian antarsuku dan antarpemeluk agama.

Rumah-rumah ibadah yang dimiliki oleh umat Islam, Kristen, Buddha, dan Hindu di Kabupaten Sumenep saling berdekatan.

"Ini bisa menjadi proyek percontohan bagi daerah lain yang tingkat toleransinya cukup tinggi. Ini merupakan salah satu sikap Pancasilais," kata Edy.

Namun, lanjut dia, masih ada masyarakat yang belum memahami nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, BPIP selalu gencar menyosialisasikan Pancasila.

Pancasila pun diharapkan tidak hanya disosialisasikan, seperti penataran P4 oleh BP7 pada masa lampau, dan tidak sekadar dihafal, tetapi dipahami dan diimplementasikan dalam perlaku keseharian masyarakat.

Baca juga: BPIP bakal menggelar kemah Pancasila di Yogyakarta

Baca juga: Cara Megawati membumikan Pancasila


Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sumenep Akh Zaini mengakui masih ada aparatur sipil negara (ASN) yang tidak hafal dengan sila Pancasila.

"Bagaimana mencintai NKRI apabila tidak tahu tentang Pancasila. Ini menunjukkan cinta kepada negara sudah mulai menipis. Makanya, kami akan menggelar upacara bela negara nanti," ucapnya.

Kasubdit Ketahanan Bangsa dan HAM Bakesbangpol Sumenep Soe'oedi menilai tingkat toleransi masyarakat Sumenep cukup tinggi.

"Di sini banyak suku, bahasa, dan budaya yang berbeda-beda. Akan tetapi, mereka semua hidup rukun," katanya.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Sumenep, BPIP juga melakukan kunjungan ke Keraton Sumenep dalam rangka berkoordinasi dengan Sekretaris Keraton Sumenep mengenai nilai-nilai Pancasila yang disandingkan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat di keraton tersebut.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mensos: ASN harus berkualitas dan berkarakter Pancasilais

Komentar