Korban meninggal kecelakaan bus rombongan guru TK di Blitar dimakamkan

Korban meninggal kecelakaan bus rombongan guru TK di Blitar dimakamkan

Keluarga dan warga menggotong keranda berisi jenazah korban meninggal akibat kecelakaan bus pariwisata di jalan raya Kesamben, Blitar, Jumat (7/12/2019) (ANTARA/Destyan Handri Sujarwoko)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Korban meninggal dalam kecelakaan bus rombongan guru TK se-Kecamatan Tulungagung di jalan raya Kesamben, Blitar, Jawa Timur, Sabtu mulai dimakamkan.

Anita Tursiana (46), guru TK yang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut langsung dikebumikan setelah terlebih dulu jenazah diserahkan ke keluarga di rumah duka di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu.

Kepergian ibu satu anak yang dikenal enerjik dan inovatif dalam pengembangan sekolah pendidikan usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak di bawah Yayasan CPS itu meninggalkan duka, tak hanya di keluarganya namun juga di kalangan tetangga dan sejawatnya di PAUD dan TK CPS.

"Kepergian beliau menjadi kehilangan terbesar bagi kami semua," kata Yeni Widawati, sejawat guru almarhuman Anita Tursiana di PAUD dan TK CPS.

Selain Anita, tiga korban lain dalam kecelakaan bus Fabian Anugrah Trans nopol AG 7555 UR dilaporkan juga segera dimakamkan di TPU asal desa masing-masing.

Baca juga: Bus rombongan guru TK terguling di Blitar, sejumlah korban meninggal

Tiga orang korban meninggal yang masing-masing berlatar belakang kepala TK dan pengawas TK di lingkup Kecamatan Tulungagung itu adalah Siti Fatimah (50) warga Kecamatan Gondang, Naksabandi (58) warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, serta Kasihatin yang merupakan kepala sekolah TK Perwari, Tulungagung.

Kabag Humas Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro memastikan para korban, baik yang meninggal, luka berat, sedang maupun ringan telah mendapat penanganan memadai di rumah sakit di Blitar (RSUD Ngudi Waluyo, RS Wafa Husada dan beberapa klini layanan terdekat lokasi kecelakaan.

Empat dari lima korban meninggal dalam kecelakaan itu yang berasal dari Tulungagung telah dievakuasi ke rumah duka masing-masing, setelah dilakukan prosedur standar penanganan korban kecalakaan. Sementara tiga orang mengalami luka berat dan 17 lainnya luka ringan.

"Untuk yang luka berat masih diperlukan sejumlah tindakan observasi sehingga tidak bisa langsung dievakuasi ke Tulungagung (RSUD dr Iskak)," kata Galih.

Namun untuk 17 korban luka ringan, lanjut dia, Bupati Tulungagung yang datang langsung membezuk para korban di RSUD Ngudiwaluyo telah meminta ke direktur rumah sakit milik Pemkab Blitar itu agar bisa dialihkan atau rujuk ke RSUD dr Iskak.

"Selama (nanti) dirawat di RSUD dr Iskak, Tulungagung biaya akan ditanggung pemerintah (daerah)," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan guru TK asal Kabupaten Tulungagung, mengalami kecelakaan di jembatan Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Dalam kejadian menyebabkan lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Informasinya, guru pengawas dan kepala sekolah taman kanak-kanak asal Kabupaten Tulungagung itu rencananya menghabiskan akhir pekan di Pasuruan.

Bus terperosok di jalan raya Kesamben tepatnya sebelah timur SPBU Kesamben. Lokasi kecelakaan juga dekat dengan jembatan di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.

Kejadian berawal saat bus Fabian Anugrah Trans dengan nomor polisi AG 7555 UR melaju dari arah barat dan tepat di atas jembatan menghindari truk tronton yang sedang berhenti karena mogok.

Bus lalu menghindar ke kanan dan menabrak satu sepeda motor dari arah timur dan selanjutnya bus terjun ke sungai. 

Baca juga: RSUD Ngudi Waluyo Blitar sebut lima korban kecelakaan bus tewas

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar