Gubernur Sulsel mengaku masuk dunia politik karena Bantaeng

Gubernur Sulsel mengaku masuk dunia politik karena Bantaeng

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah memberikan sambutan pada acara HUT Kabupaten Bantaeng ke-765 di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Sabtu,(7/12). ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

“Saya betul-betul merasa bahagia sekali, bisa hadir kembali di sini dan Bantaeng tidak bisa kami lupakan. Saya masuk dalam dunia politik karena Bantaeng,” kata Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-765 Kabupaten Bantaeng, di Ged
Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof HM Nurdin Abdullah mengakui dirinya masuk dalam dunia politik tidak bisa terlepas dari Kabupaten Bantaeng yang dipimpinnya selama 10 tahun yakni dari 2008-2018.

Dua periode memimpin daerah yang terdiri dari delapan kecamatan itu, ia memiliki seribu cerita dan hasil karya. Salah satunya, Bantaeng dikenal sebagai daerah dengan mal pelayanan publik yang dipermudah, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

“Saya betul-betul merasa bahagia sekali, bisa hadir kembali di sini dan Bantaeng tidak bisa kami lupakan. Saya masuk dalam dunia politik karena Bantaeng,” kata Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-765 Kabupaten Bantaeng, di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Sabtu.
Baca juga: Gubernur Sulsel raih penghargaan "Leader Regional Enterpreneur Award"

Nurdin Abdullah menyampaikan, peringatan hari jadi Bantaeng menjadi kebanggaan tersendiri karena dihadiri langsung Pangdam Hasanuddin.

“Ini berkah bagi Bantaeng karena pertama kali dihadiri Pangdam Hasanuddin,” kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Yang paling penting, lanjut Nurdin Abdullah, sejak dirinya menjadi orang nomor satu di Sulsel, banyak perubahan termasuk pada bantuan keuangan daerah bawahan. Untuk tahun 2019 ini sebesar Rp300 miliar dan tahun depan 2020 akan dinaikkan sebanyak Rp500 miliar.
Baca juga: Gubernur Sulsel sabet penghargaan Paramakarya 2019

“Saya adalah pembantu bapak yang ada di provinsi, yang akan mensupport penuh seluruh daerah di Sulawesi Selatan. Bantaeng pada HUT sebelumnya diberikan Rp26 miliar dan tahun ini tidak kurang dari Rp30 miliar,” ujarnya.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengenang penjajahan bukan untuk balas dendam

Komentar