Legislator temukan SD darurat untuk korban bencana tak layak pakai

Legislator temukan SD darurat untuk korban bencana tak layak pakai

Kepala SD Inpres Perumnas, Sitti Utari Muh. Tahir (tengah) melaporkan dan mengeluhkan kondisi bangunan sekolah darurat itu yang tidak layak pakai kepada anggota DPRD Kota Palu, Irsan Satria (kiri) di sela-sela inspeksi dan peninjauannya di sekolah itu, Sabtu (7/12/2019). ANTARA/Muhammad Arsyandi/am.

Palu (ANTARA) - Legislator DPRD Kota Palu, Irsan Satria menemukan dan mendapat laporan salah satu sekolah dasar (SD) darurat untuk korban bencana di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu dibangun di bawah standar dan tidak layak untuk digunakan.

Di sela-sela inspeksinya ke SD Inpres Perumnas, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Sabtu, Kepala SD Inpres Perumnas, Sitti Utari Muh. Tahir melaporkan kondisi SD itu.

Fakta-fakta laporan tersebut juga ditemukan Ketua Fraksi Hanura DPRD Kota Palu itu saat meninjau dan mengecek kondisi, bahan baku dan material yang dipakai oleh salah satu kontraktor yang dipercayakan oleh salah satu perusahaan BUMN untuk membangun sekolah darurat itu.

"Coba bapak lihat kursi ini, dicubit saja kayunya langsung rusak. Ini bantuan dari salah satu perusahaan BUMN, tapi yang kerja kontraktor lokal. Saya sudah sering berdebat dengan kontraktornya waktu pembangunan. Saya bilang kalau mau cari untung silahkan, tapi jangan dengan cara begini. Kasian anak-anak," kata Sitti.

Tidak hanya mebeler sekolah, kualitas dinding sekolah darurat yang berada di Jalan Mangga itu itu juga sangat jelek, hanya berbahan kayu tipis sehingga para peserta didik dan tenaga pendidik tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar dengan kondusif.

"Anggaran bantuan untuk sekolah ini sangat besar Pak, tapi coba Bapak liat dinding sekolah ini sudah rusak pas kami baru pakai beberapa bulan. Untung orang tua murid cepat-cepat urunan untuk ganti dindingnya dengan dinding berbahan baku batako,"imbuhnya.

Ia berharap Dinas Pendidikan Kota Palu segera turun tangan membantu mereka.

Parahnya, akibat kualitas sekolah darurat beserta fasilitas pendukung yang tidak layak, ia mengaku sejumlah peserta didik terserang penyakit demam berdarah (DBD).

"Kalau bisa kami saran Pak, segera dicarikan lokasi baru untuk sekolah ini. Kasian murid saya sudah banyak yang mengeluh panas, bahkan sekarang ada dua pelajar di sekolah ini yang kena DBD karena tidak ada saluran pembuangan di sini," kata dia.

Anggota DPRD Palu, Irsan Satria yang di sela-sela mengecek kondisi sekolah itu mengaku sangat menyayangkan ulah oknum kontraktor tersebut

"Dimana nuraninya mereka itu, coba anak-anak mereka yang ada di sini. Saya akan komunikasikan dengan teman-teman di komisi. Harus ada tindakan tegas kepada orang-orang yang memanfaatkan bencana untuk kepentingan pribadi," kata dia.

Ia memastikan keluhan dan saran dari pihak sekolah akan langsung disampaikan ke dinas terkait, agar secepatnya diatasi.

"Terima kasih atas sarannya Bu, In syaa Allah secepatnya saya sampaikan ke dinas terkait. Khususnya dinas kesehatan untuk melakukan pengasapan di sekolah ini," kata dia.
 

Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Selama 2019 seluruh daerah di Sulawesi Tengah dilanda bencana

Komentar