Penerimaan Pajak Bumi Bangunan DKI Jakarta sudah 91 persen

Penerimaan Pajak Bumi Bangunan DKI Jakarta sudah 91 persen

Pengunjung melintas di depan stiker 'Objek Pajak' di Mall Baywalk, Pluit, Jakarta Utara di Jakarta, Kamis (5/12/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Target Rp10 triliun. Sudah 91 persen realisasinya, Rp9,1 triliun
Jakarta (ANTARA) - Pemprov DKI Jakarta menyebut bahwa penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga akhir November 2019 sudah 91 persen dari target Rp10 triliun.

"Target Rp10 triliun. Sudah 91 persen realisasinya, Rp9,1 triliun. Jakarta Pusat miliki nilai yang tinggi, otomatis dari tunggakan juga tinggi di daerah ini dan sebagian di Jakarta Selatan dan Utara," kata Kepala Humas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Mulyo Sasongko di Jakarta, Sabtu.

Faktor tingginya nilai dan tunggakan di Jakarta Pusat, kata Mulyo, karena terdapatnya banyak rumah besar dan gedung tinggi, sehingga PBB secara keseluruhan di Jakarta Pusat lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

Baca juga: DKI gencar tagih tunggakan pajak

"Bicara besar tunggakan, banyak di pinggiran. Tapi secara nilai banyak di Jakpus. Secara jumlah bidang memang di pinggiran. Secara nilai paling tinggi di Pusat," ujar Mulyo.

Bangunan di Jakarta Pusat, kata Mulyo, masih menunggak pajak dari yang sederhana hingga mewah serta gedung-gedung dan rumah yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

"Campur ada rumah biasa dan elit. Yang besar ada, yang miliaran juga ada," ujarnya.

Baca juga: Komisi C DPRD DKI berharap target pajak tercapai

Sebelumnya, salah satu bangunan yang menunggak pajak adalah Mall Baywalk Pluit yang memiliki tunggakan PBB mencapai Rp5,4, miliar hanya untuk 2019 dan saat ini, pusat perbelanjaan itu telah dipasang stiker penunggak pajak.

"Kemarin mall di Utara juga besar ya di Baywalk," ucap Mulyo menambahkan.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Razia PKB sisir kendaraan PNS Kantor Wali Kota Jakbar

Komentar