Laporan dari London

MRT Jakarta belajar dari Tunnelbana Stockholm

MRT Jakarta belajar dari Tunnelbana Stockholm

Delegasi PT MRT Jakarta yang terdiri dari Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, dan Corporate Communication Specialist, Ricky Putra, didampingi Dubes RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro, melakukan studi banding dan peninjauan sistem kereta bawah tanah (Tunnelbana) Stockholm, Jumat (6/12). (KBRI)

London (ANTARA) - Delegasi PT MRT Jakarta yang terdiri atas Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, dan Spesialis Komunikasi Perusahaan Ricky Putra, didampingi Dubes RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro, melakukan studi banding dan peninjauan sistem kereta bawah tanah (Tunnelbana) Stockholm, Jumat (6/12).

Selama di Swedia mereka mengadakan pertemuan dengan sejumlah rekan sejawat  dalam transportasi publik, yaitu Metro Stockholm dan MTR Nordik sebagai pemilik infrastruktur dan operator transportasi dalam kota Stockholm, demikian KBRI Stockholm dalam keterangan yang diterima  Antara London, Sabtu

Pada pertemuan dengan Direktur Internasional SL, Bjorn Homlberg, dan Chairman of Stockholm Public Transport, Kristoffer Tamsons, delegasi membahas sistem integrasi antar-moda, sistem ticketing, dan aspek lingkungan operasional transportasi publik.

Baca juga: Merancang pola MRT Jakarta yang berkelanjutan

Dubes Bagas menyatakan pertemuan itu sangat penting untuk keberlanjutan MRT di Jakarta. "Ini langkah penting menjadikan moda transportasi publik Jakarta yang semakin nyaman, efisien, dan sustainable," ujar Dubes Bagas.

Pada pertemuan itu para pihak  juga mendalami rencana penandatanganan MoU antara PT MRT Jakarta dengan Metro Stockholm. "Butir-butir penting, khususnya mengenai kelanjutan kerja sama kedua pihak telah masuk ke dalam rancangan MoU, selanjutnya tinggal ditandatangani" ujar Bjorn.

Pemerintah Daerah Stockholm merupakan pemilik infrastruktur transportasi stasiun, jalur kereta dan gerbong kereta apinya, namun untuk pengoperasiannya telah diserahkan kepada swasta.

Baca juga: MRT Jakarta, dari mengubah budaya hingga mimpi operator kelas dunia

Pada kesempatan terpisah, delegasi bertemu dengan MTR Nordik, yaitu CFO, Hakan Nilsson dan Business Development Director, Malin Onneflod. Pembahasan utamanya adalah mengenai operasionalisasi transportasi publik.

Stockholm unggul dalam hal ini dimana Tunnelbana Stockholm memiliki penumpang harian sebanyak 1,3 juta, 100 stasiun yang 50 persen di antaranya berada di bawah tanah, dan membentang dengan jarak tempuh mencapai 108km.

MTR Nordik merupakan perusahaan yang menang tender Pemerintah Daerah Stockholm sejak tahun 2008 untuk mengoperasikan jalur kereta yang sangat padat di Stockholm. Delegasi juga melakukan peninjauan ke Tunnelbana dengan melihat interior sebagian besar stasiun Tunnelbana yang dihiasi dengan mural dan lukisan dinding yang menjadi daya tarik tersendiri.

 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anies resmikan fasilitas integrasi TransJakarta-MRT

Komentar