Jasa Raharja Kediri serahkan santunan pada keluarga korban laka bus

Jasa Raharja Kediri serahkan santunan pada keluarga korban laka bus

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Kediri Kurnia Indrawan (kiri) menyerahkan santunan pada ahli waris korban kecelakaan antara bus dengan sepeda motor di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019). (ANTARA/ HO)

Blitar (ANTARA) - PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Kediri, Jawa Timur, menyerahkan santunan pada keluarga korban kecelakaan lalu lintas antara bus pariwisata dengan sepeda motor di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, yang menyebabkan lima orang meninggal dunia.

"Kami langsung lakukan koordinasi dengan pihak terkait dengan kejadian itu. Dan, setelah selesai verifikasi, santunan kami berikan pada ahli waris," kata Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Kediri Kurnia Indrawan di Kediri, Sabtu.

Pihaknya mengungkapkan, besar santunan yang diberikan untuk ahli waris korban meninggal dunia adalah masing-masing Rp50 juta. "Sedangkan yang korban luka-luka diterbitkan surat jaminan ke rumah sakit yang merawat korban dengan maksimal biaya pengobatan Rp20 juta," kata dia.

Baca juga: Polres Blitar berhasil evakuasi badan bus yang terjun ke sungai

Baca juga: Kapolres Blitar sebut sejumlah korban kecelakaan bus sudah pulang


Pihaknya berharap, keluarga diberi sabar dengan kejadian tersebut dan santunan yang diberikan bisa bermanfaat untuk keluarga.

Sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan guru TK asal Kabupaten Tulungagung, mengalami kecelakaan di Jalan Raya Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, menyebabkan lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Bus Fabian Anugrah Trans dengan nomor polisi AG 7555 UR itu melaju dari arah barat ke timur. Awalnya bus menghindari truk tronton yang mogok, namun akhirnya kecelakaan dengan sepeda motor, hingga terperosok ke dalam sungai.

Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto sebelumnya mengatakan ada lima orang meninggal dunia, yakni empat orang warga Kabupaten Tulungagung serta seorang warga Kabupaten Blitar. Warga Blitar itu merupakan pengendara sepeda motor yang tertabrak bus.

Untuk sopir juga masih dirawat intensif. Ia mengalami luka yang cukup serius dan masih mendapatkan perawatan tim medis di RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar.

Polisi mendata ada 56 orang yang ikut dalam rombongan. Mereka yang mengalami luka dirawat di rumah sakit, salah satunya di RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar. Untuk korban meninggal, sudah diambil keluarganya dan dimakamkan pihak keluarga.

Sementara itu, saat ini bus yang terperosok ke dalam sungai sudah berhasil dievakuasi. Arus lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan itu juga berangsur pulih. 

Baca juga: Korban meninggal kecelakaan bus rombongan guru TK di Blitar dimakamkan

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar